Ketua KPU RI Arief Budiman

Keprisatu.com – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menanggapi putusan DKPP yang menjatuhkan sanksi peringatan terakhir dan memberhentikannya sebagai Ketua KPU. Ia menyatakan tidak pernah melakukan kejahatan pemilihan umum (pemilu).

“Satu saja yang saya tegaskan bahwa saya tidak pernah melakukan kejahatan pemilu yang mencederai integritas pemilu,” katanya, Rabu (13/1/2021).

DKPP memberhentikan Arief dari jabatannya sebagai ketua, tapi masih menjadi anggota KPU periode 2017-2022. DKPP menilai yang bersangkutan melanggar kode etik penyelenggara pemilu, karena mengaktifkan kembali Evi Novida Ginting Manik sebagai anggota KPU. Mengingat sebelumnya DKPP telah memberhentikan Evi Novida sebagai anggota KPU.

Arief mengatakan, KPU masih menunggu salinan putusan DKPP nomor 123-PKE-DKPP/X/2020 secara resmi. KPU kemudian akan mempelajari putusan tersebut untuk memutuskan tindak lanjutnya.

“Secara resmi biasanya kita mendapatkan hard copy. Nah kita tunggu, kita pelajari, barulah nanti bersikap kita mau ngapain,” ujarnya.

Komisoner KPU Evi Novida menambahkan, para anggota segera menggelar rapat pleno untuk mengambil keputusan. Apakah melaksanakan putusan DKPP atau tidak.

Baca juga: DKPP Berhentikan Arief dari Jabatan Ketua KPU

DKPP memerintahkan KPU RI melaksanakan putusan paling lambat tujuh hari sejak dibacakan. DKPP resmi menjatuhkan sanksi peringatan keras terakhir dan memberhentikan Arief Budiman dari jabatan Ketua KPU. Pembacaaan putusan berlangsung dalam sidang putusan perkara nomor 123-PKE-DKPP/X/2020 secara daring, Rabu (13/1/2021).

“Menjatuhkan sanksi peringatan keras terakhir dan pemberhentian dari jabatan Ketua KPU kepada teradu Arief Budiman,” ujar Ketua DKPP Muhammad. (ks08)