Beranda Karimun Angin Puting Beliung di Karimun Rusak 64 Bangunan

Angin Puting Beliung di Karimun Rusak 64 Bangunan

Salah satu bangunan yang rusak akibat angin puting beliung.
Salah satu bangunan yang rusak akibat angin puting beliung.

Keprisatu.com – Bencana angin puting beliung yang terjadi di Kecamatan Meral, Kabupaten Karimum, Kepri pada Selasa (10/11) dinihari merusak sedikitnya 64 bangunan. Dari jumlah tersebut, 30 persen di antaranya mengalami rusak parah.

Berdasarkan data Tagana Karimun, 64 bangunan itu tersebar di dua kecamatan, yakni 42 bangunan di Kelurahan Baran Timur, Kecamatan Meral; 14 bangunan di Kelurahan Baran Barat, Kecamatan Meral; dan 8 lainnya di Kelurahan Harjosari, Kecamatan Tebing.

Koordinator Tagana Karimun, Dedi Risdianto, mengatakan saat ini pihaknya telah mendirikan posko penanggulangan bencana di Kelurahan Baran Timur. “Sementara ini 64 bangunan. Dari jumlah itu, 30 persen diantaranya alami rusak berat. Kami juga telah membangun posko bencana,” kata Dedi, ditemui di Posko Penanggulangan Bencana di Baran Timur.

Dedi mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu laporan dari tim dilapangan terkait data terupdate terdampak bencana ini. Menurutnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun telah turun ke lokasi meninjau kerusakan yang terjadi dan memerintahkan Dinas Sosial untuk menginventarisir kerusakan serta melakukan perbaikan.

“Tadi Pak Pjs (Bupati) dan Sekda sudah turun didampingi oleh Kapolres Karimun,” katanya.

Tim penanggulangan bencana telah menyiapkan satu bangunan sekolah untuk menampung para korban yang terdampak. Namun, demikian masyarakat terdampak sebagian ada yang memilih untuk menginap dirumah kerabatnya.

“Kita sudah siapkan satu bangunan sekolah. Namun masyarakat sebagian ada yang memilih menumpang dirumah kerabatnya,” katanya.

Sementara itu, Lurah Baran Timur, Hasian Siregar, mengatakan dari pendataan sementara, terdapat 42 warganya yang terdampak bencana puting beliung. “Ada 42 warga kita yang terdampak. Kerusakan rata- rata atap rumah yang hancut akibat diterbangkan oleh angin,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya masih meninventarisir ada berapa kerusakan kategori berat, sedang dan ringan. “Masih di lapangan mendata. Kemungkinan ada penambahan,” katanya.(ks12)

Editor : Aini