Batam, Keprisatu.com – Ajang bergengsi Batam International Taekwondo Championship 2026 resmi digelar di Pacific Palace Hotel Batam, 4–5 September 2026. Kejuaraan ini menjadi momentum bersejarah bagi Kepulauan Riau (Kepri) karena untuk pertama kalinya dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan taekwondo berskala internasional yang mempertemukan atlet dari berbagai negara.
Ketua Umum Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Kepri, Kosasi Sumarli, mengatakan kejuaraan tersebut mempertandingkan dua nomor, yakni kyorugi dan poomsae. Kompetisi juga terbuka untuk berbagai kelompok usia, mulai dari kategori super kid atau di bawah enam tahun hingga kelompok usia 60 tahun ke atas.
“Kegiatan hari ini kita adakan kejuaraan Batam International. Ini kita pertandingkan yang diikuti oleh beberapa negara,” kata Kosasi Sumarli usai acara pembukaan. Menariknya, kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang bagi atlet-atlet muda untuk mengasah kemampuan, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta senior. Bahkan, terdapat peserta yang berusia hingga 70 tahun yang ikut bertanding.

Digelarnya Batam International Taekwondo Championship 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi Batam dan Kepri sebagai salah satu daerah tujuan penyelenggaraan event olahraga bertaraf internasional. Selain meningkatkan pengalaman dan prestasi atlet daerah, kejuaraan ini juga menjadi sarana memperluas jejaring taekwondo Kepri dengan atlet dan peserta dari berbagai negara.
Kosasi menyebut total peserta yang bertanding sekitar 600 atlet, berasal dari tiga negara yakni Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Selain kontingen tuan rumah Kepri, atlet juga didatangkan dari sekitar 11 provinsi lain di Indonesia.
“Kami juga melibatkan juri Nasional,” katanya.
Menurut Kosasi, penyelenggaraan kejuaraan ini untuk mendukung program pemerintah di sektor sport and tourism, yang diharapkan mendorong kegiatan olahraga sekaligus berdampak pada sektor pariwisata Kepri.

“Ini kan sport and tourism, ini kan memancing kita untuk melakukan satu kegiatan yang memang berdampak untuk Batam. Semoga ke depan kita bisa melakukan yang lebih besar lagi,” ujarnya.
Kosasi menjelaskan, sejumlah atlet dari provinsi lain yang tampil di kejuaraan ini memang tengah dipersiapkan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON). Namun ia menegaskan kejuaraan ini bukan bagian dari persiapan SEA Games maupun ASEAN Games, karena kedua ajang tersebut masih akan digelar dalam waktu yang cukup lama ke depan.
Kosasi berharap apabila mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, Batam International Taekwondo Championship dapat menjadi agenda tahunan dengan mengundang lebih banyak negara ASEAN.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Harris Pratamura mewakili pemerintah daerah mengapresiasi dan mendukung penuh penyelenggaraan turnamen ini.
“Saya berpesan kepada seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) terus meningkatkan pembinaan. Kepada seluruh atlet selamat bertanding, tunjukkan tendangan kalian,” katanya menyemangati para atlet.
Apresiasi dan dukungan senada juga disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI Pusat, Lukman Djajadikusuma, dan Wakil Ketua Umum II Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Mayor Jenderal TNI Amrin Ibrahim. Keduanya menilai kompetisi internasional ini memberikan pengalaman bertanding yang berharga bagi para atlet. (tjl)



