Beranda Tanjungpinang Orwil ICMI Kepri Gelar Bedah Buku

Orwil ICMI Kepri Gelar Bedah Buku

 

Tanjungpinang, Keprisatu. – Majelis Pengurus Wilayah Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Kepulauan Riau (Kepri) menggelar Dialog Cendikiawan Muslim dan Bedah Buku dalam Perspektif Pembangunan Provinsi Kepri.

Kegiatan berlangsung pada Jum’at (30/10) Pagi di Ruang Rapat Utama (Lantai 4, Gedung A) Kantor Gubernur Kepri, Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang.

Kegiatan yang sudah menjadi program kerja turun ICMI Orwil Kepri tersebut menghadirkan Narasumber yakni, Dr. Ir. LAMIDI, M.M.
Ketua Harian ICMI Orwil Kepri / Widyaiswara Ahli Utama Pemprov Kepri, Dr. DARSON, S.Pd., M.Si, Wakil Sekretaris ICMI Orwil Kepri / Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepulauan Riau, Prof. Dr. AZNI, S.Ag., M.Ag.
Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, serta Drs. ZAMZAMI A KARIM, M.A., Ph.D
Anggota Dewan Pakar ICMI Orwil Kepri / Dosen STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang

Kegiatan tersebut di Moderatori oleh, RIDARMAN BAY, S.E., M.M
Selaku Wakil Ketua ICMI Orwil Kepri

Buku berjudul Perspektif Cendekiawan Dari Negeri Segantang Lada dengan tebal 189 halaman, itu telah di terbitkan oleh ICMI Kepri, merupakan kumpulan tulisan pengurus ICMI.

Pemerintah Provinsi Kepri turut mendukung kegiatan karena selain menyediakan tempat untuk kegiatan, juga dihadiri langsung Kepala Bappeda Kepri, Aries Fhariandi bersama sejumlah Kepala OPD lainnya, para mitra organisasi serta Kepala SMA/ SMK di Kota Tanjungpinang.

Ketua Harian ICMI Orwil Kepri, Dr. Lamidi mengatakan tujuan kegiatan tersebut Tujuan mengupas strategi dan memahami isi dasar serta suatu karya secara mendalam, melalui bedah buku sebuah karya tidak berhenti sebgaiantumbpulkan halaman sebgaia bahan dialog dan perenungan kita bersama.

Terimakasih kepada penulis yang menuangkan gagasan, para pembedah dan narasumber yang tidak pernah absen, pak Fauzi, Zamzami dan Ridarman Bay yang setia mendampingi.

Menurutnya tidak berhenti pada kemampuan berfikir dan berbicara harus punya tanggung jawab sosial dan gagasan perlu dibicarakan secara bersama serta diwujudkan jadi sesuatu yang bermanfaat bagi negeri kita, beragam pemikiran agama, akhlak budaya etika dan pembangunan, keragaman tersebut menunjukkan persoalan masyarakat Tidka bisa dilihat dari satu sudut pandang, ada nilai sebagai editor saya memandang ini sebagai sesuatu kekuatan, agar setiap gagasan tersampaikan Dnegan jelas kepada pembaca.

Lamidi berharap, akan memicu ruang dialog, salah satu gagasan kecendikiawanan mau turun tangan, Tidka hanya di ambil oleh pelaksana eksekutif melainkan tidak berhenti pada gagasan tersebut, yang tidak dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah.

Sementara itu, Pembicara Zamzami A Karim, P.hd, dalam paparan berjudul
Membaca persepektif cendikiawan Kepri,
“Bedah buku perspektif cendikiawan dari negeri segantang lada”

Dia punya paradigma punya standar intelektual, pertumbuhan ekonomi bukan tujuan akhir pembangunan,

Inilah yang namanya perspektif, makanya pembangunan itu harus ada titik perspektif nya.

Penulis bukan bergulat pada otaknya saja tp Sebagian penulis org yang bergulat dengan batin nya, yang dipengaruhi berdarkan pendidikan dan pengalaman kita.

Kesimpulan saya terakhir bahwa, kelebihan dari tulisan ini, kaya sudyt pandang, gagasan, tidak monoton serta memberikan gambaran luas mengenai isu isu yag diangkat oleh masing-masing kontributor.

Ternyata latar belakang pendidikan, belum tentu mewarnai pemikiran dan gagasan karena pengalaman pekerjaan, pengalaman spiritual dan perjalanan usia turun mengibah arah dan oriensi berpikir.

Saran kalau dapat ada semacam pengantar yang mengantarkan isi secara keseluruhan dan apa yang sebenarnya isi yang menguraikan buku ini..

Selanjutnya, pembicara kedua, Prof, Azni Sy terimakasih kepada ICMI orwil Kepri yang meminta sy untuk membaca buku bersama, ini buku yang luar biasa, kami juga pengurus ICMI Riau, dan membuat buku menata Riau dan menata Indonesia, tp tidak dibedah seperti Kepri.

Disimak dan diteliti bersama, sebenarnya saya merasa canggung untuk membahas buku ini dari perspektif saya, karena kalau dilihat siapalah saya, tapi saya mencoba mendiskusikan isi buku ini, memaparkan dalam bentuk tulisan:

Dalam pemarannya berjudul “Dari gagasan menuju transformasi sosial” prof Azni, mag yang juga ketua stain Kepri.

Tapi ide menulis buku ini sangat luar biasa dalam upaya memberi masukan kepada masyarakat Kepri, dan Pemprov Kepri sendiri.

Buku ini tidak hanya patut di Apresiasi j
Karena berhasil menghimpun gagasan tapi perlu pembuka percakapan pemikiran cendikiawan.

3 perhatian saya, yaitu tanggung jawab sosial cendikiawan kita, pembentukan manusia Islam Melayu, serta pembangunan masa depan pembangunan masyarakat kepulauan.

Ia mengajak Mengajak, memperkuat pandangan kita dan akhlak perlu diperdalam dalam tingkat kelembagaan, kejujuran akademisi kejujuran ilmiah, adil akses kemayarakat, pelepasan digital dan perlindungan masyarakat.

5 catatan kritis saya, pertama kerangka editorial dapat memperjelas kesatuan buku, kedua corak tulisan yang beragam perlu jenis dan, ajakan normatif perlu diterjemahkan jadi starrgis dan indikator, ada blue edukasiion perlu ditelusuri sumbernya, keloma suara Masyarakat kecil perlu diangkat sebagai Mitra pengetahuan.

Kesimpulan nya, hanya bersifat proporsional, buku ini kuat sebagai pembuka komunikasi dan percakapan, tapi bukan sumber ilmiah, Jika ingin berdampak perlu riset lanjutan, kejelasan strategi, ini lebih awal untuk agenda lebih panjang. (Hrs).