Beranda Batam Viral Video Camping di Pantai Bahagia Nongsa, Pengelola Minta Maaf dan Akui...

Viral Video Camping di Pantai Bahagia Nongsa, Pengelola Minta Maaf dan Akui Ada Miskomunikasi

Keterangan Foto: Iksan Ali Pengelola Pantai Bahagia, Saat Memberikan Keterangan Kronologi Kejadian Kepada Awak Media, Senin (24/8) siang.

Batam, Keprisatu.com –  Pengelola Wisata Pantai Bahagia Nongsa, Batam, akhirnya buka suara terkait video perselisihan dengan pengunjung yang viral di media sosial. Pihak manajemen menyampaikan permohonan maaf dan mengakui adanya miskomunikasi terkait penggunaan lokasi camping pada Minggu (23/8) pagi.

Asti, perwakilan manajemen Pantai Bahagia, bersama pengelola Iksan Ali, memberikan klarifikasi langsung dari lokasi wisata pada Senin (24/8) sore. Mereka menyayangkan kejadian tersebut dan berjanji akan melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan kepada pengunjung.

Iksan Ali menjelaskan, persoalan bermula ketika pengunjung datang dan masuk seperti biasa, kemudian menyampaikan bahwa mereka hendak camping. Pengunjung disebut telah membayar biaya tambahan sebesar Rp15 ribu untuk aktivitas camping di kawasan tersebut.

Namun, persoalan muncul pada Minggu pagi. Saat rombongan pengunjung masih berada di dalam tenda, mereka diminta bergeser karena lokasi yang digunakan ternyata telah dipesan atau dibooking oleh pengunjung lain.

Situasi tersebut kemudian memicu perdebatan antara pengunjung dan pihak pengelola. Perselisihan itu direkam dan videonya kemudian beredar luas di media sosial hingga mendapat perhatian publik.

“Kami dari pengelola Wisata Pantai Bahagia Nongsa, minta maaf sebesar-besarnya kepada pengunjung atas kejadian hari Minggu (23/8/2026) kemarin. Itu mungkin ada miskomunikasi antara kami dengan pengunjung tentang informasi kapan masuk dan kapan keluar,” ujarnya.

Sebelumnya, sambung Ali, dalam video yang viral, pengunjung mengaku sejak awal sudah menyampaikan kepada pengurus bahwa mereka hendak camping. Mereka juga mengaku telah membayar sesuai biaya yang diminta dan meminta izin sebelum mendirikan tenda.

Pengunjung mengaku terkejut ketika sekitar pukul 07.00 WIB diminta membongkar tenda karena lokasi tersebut telah dibooking orang lain. “Mereka menilai informasi mengenai pemesanan lokasi, seharusnya disampaikan sejak awal agar tidak terjadi kesalahpahaman,” katanya.

Perselisihan semakin memanas, setelah komunikasi antara kedua pihak berlangsung alot. Pengunjung dalam videonya mengaku terjadi adu argumen dan menilai pihak pengelola, kurang komunikatif dalam memberikan informasi mengenai penggunaan lokasi camping.

Menanggapi kejadian tersebut, Ali menegaskan manajemen Pantai Bahagia akan melakukan pembenahan. Informasi mengenai aturan, tarif, waktu kunjungan hingga pemesanan lokasi akan dibuat lebih jelas agar pengunjung memahami ketentuan sebelum menggunakan fasilitas wisata. “Kami akan memperbaiki pengelolaan di Pantai Bahagia dan akan menyampaikan info-info yang lebih jelas kepada pengunjung,” tegasnya.

Ali mengaku, pagi itu ia merasa kesal terhadap anaknya bukan kepada pengunjung. Pasalnya, lokasi tersebut sudah ada yang memboking tanpa sepengetahuannya anaknya menyewakan kepada orang lain sehingga terjadi kesalah pahaman. “Saya marah pagi itu kepada anak saya, bukan kepada pengunjung. Namun, karena nada saya agak keras sehingga terjadi kesalah pahaman dan berujung viral video tersebut,’ ujarnya.

Ali menambahkan, ia sangat menyesalkan kejadian ini, karena perselisihan terhadap anaknya dan terekam kamera hingga viral bukan maksud lain melainkan marah dengan anaknya. “Gak mungkin pengunjung saya marahi, kemarahan saya pagi itu kepada anak saya kenapa menyewakan lokasi yang sudah di booking oleh orang lain tanpa sepengetahuan saya,” katanya.

Saat ditanyai apakah masalah ini sudah selesai dengan pengunjung, Ali juga mengaku sudah menyelesaikannya dengan cara kekeluargaan dan permasalahan ini terjadi karena adanya Miss komunikasi dengan pengunjung. “Masalah ini sudah selesai dengan cara kekeluargaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Nongsa AKP Eko Chandra mengimbau pengelola wisata dan pengunjung sama-sama menjaga ketertiban serta kenyamanan. Pengelola diminta memberikan informasi yang transparan terkait aturan, tarif dan pemesanan tempat, sedangkan pengunjung diimbau menyelesaikan persoalan melalui komunikasi yang baik dan tidak main hakim sendiri. “Jika terjadi masalah, masyarakat diminta segera berkoordinasi dengan kepolisian atau aparat terdekat, agar persoalan dapat diselesaikan secara kekeluargaan” ujarnya. (Pur)