
Keprisatu.com — Rektor Universitas Maritim Raja Haji Tanjungpinang (UMRAH), Dr. Agung Damar Syakti, secara resmi membuka kuliah umum dalam bentuk seminar sehari yang membahas bahaya pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) bagi masyarakat luas.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi di tengah pesatnya perkembangan era globalisasi dan teknologi elektronik yang semakin memudahkan masyarakat dalam bertransaksi. Namun di balik kemudahan tersebut, tersimpan potensi mudarat yang cukup besar, khususnya bagi masyarakat awam yang belum memiliki literasi keuangan yang memadai.
Dalam sambutannya, Rektor UMRAH menegaskan, “Kemajuan teknologi harus diimbangi dengan pemahaman yang baik agar tidak menjerumuskan masyarakat ke dalam praktik-praktik yang merugikan, seperti pinjol ilegal dan judi online yang kian marak.”
Ia juga menyampaikan, “Fenomena pinjol dan judol tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga merambah ke persoalan sosial, bahkan dapat merusak tatanan kehidupan keluarga jika tidak diantisipasi sejak dini.”
Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, pihak UMRAH bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kepulauan Riau menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, mulai dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), akademisi, hingga praktisi perbankan syariah.
Salah satu narasumber menjelaskan, “Kemudahan akses pinjol dan judol yang serba instan sering kali menjadi jebakan bagi masyarakat. Proses yang cepat tanpa pertimbangan matang justru berujung pada beban berkepanjangan, baik secara finansial maupun psikologis.”
Seminar ini diikuti oleh mahasiswa dan masyarakat umum yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan (agent of change) dalam lingkungan sosialnya, khususnya dalam memerangi praktik-praktik ilegal yang merugikan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam mendorong penguatan ekonomi berbasis syariah di Kepulauan Riau, sebagai alternatif sistem keuangan yang lebih aman dan beretika.
Dalam kesempatan yang sama, MES Kepri turut meluncurkan “Rumah Jurnal”, sebuah wadah yang dirancang untuk menampung karya tulis ilmiah baik dari mahasiswa maupun dosen.
Perwakilan MES Kepri menyampaikan, “Rumah Jurnal ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas penelitian serta mendukung proses akreditasi akademik, sekaligus menjadi ruang lahirnya inovasi baru.”
Ke depan, Rumah Jurnal ini juga diharapkan menjadi titik awal lahirnya berbagai temuan dalam berbagai disiplin ilmu, sekaligus memperkuat peran akademisi dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap pengembangan ekonomi syariah, MES Kepri juga terus aktif dalam pembinaan produk halal serta pengembangan desa wisata halal di wilayah Kepulauan Riau, guna mendukung sektor pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing. (KS03)
Galery Foto





