Keprisatu.com – Dua jasad pekerja proyek PT Bintan Alumina Indonesia (PT BAI) yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di perairan Pulau Poto, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, akhirnya ditemukan. Korban pertama, Reza, ditemukan meninggal dunia beberapa jam setelah kejadian tenggelam pada Senin (19/1/2026).
Peristiwa nahas tersebut terjadi saat dua pekerja PT BAI, Malik dan Reza, terseret arus laut di sekitar area ponton pengeboran milik PT Shandong Geologi Eksplorasi. Upaya pencarian langsung dilakukan oleh tim SAR gabungan, namun hingga Rabu (21/1/2026), satu korban atas nama Malik belum berhasil ditemukan.
Setelah dilakukan pencarian intensif selama empat hari, Malik akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (22/1/2026) pagi di perairan Pulau Poto. Dengan ditemukannya Malik, seluruh korban tenggelam dalam insiden tersebut telah berhasil dievakuasi.
Malik, pekerja di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) akhirnya ditemukan, Kamis (22/1/2026) pagi tadi sekitar pukul 08.40 WIB. Korban ditemukan di area Pulau Poto dalam kondisi meninggal dunia. Saat ditemukan, korban dalam posisi telentang. Saat itu, korban menggunakan baju hitam dan celana pendek warga merah. Korban ditemukan mengapung di perairan itu oleh Tim SAR Gabungan.
“Satu lagi pekerja di PT BAI yang hilang beberapa hari lalu, sudah ditemukan pagi ini. Jadi, dua pekerja yang hilang itu, sudah ditemukan semuanya. Pencarian sudah dihentikan. Korban kedua yang ditemukan ini, meninggal dunia,” kata Ganda seorang warga Kijang.
Kasat Polairud Polres Bintan Iptu Syafril membenarkan penemuan pekerja di PT BAI yang hilang tenggelam tersebut.
“Saat ditemukan korban sudah meninggal dunia. Kondisi tubuhnya sudah membengkak,” sebut Syafril saat dihubungi wartawan.
Iptu Syafril menyampaikan, korban yang ditemukan itu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bintan, untuk pengecekan lebih lanjut. Selanjutnya, korban akan diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.
Malik sebelumnya dilaporkan terseret arus laut di perairan area ponton pengeboran milik PT Shandong Geologi Eksplorasi, sejak Senin (19/1/2026) sekira pukul 14.10 WIB. Warga Numbing Bintan itu turun ke laut untuk mandi usai bekerja. Korban dinyatakan hilang di perairan tepat di depan PT Bintan Alumina Indonesia (BAI), Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kelas A Tanjungpinang, Fazzli menjelaskan, mulanya seorang pekerja bernama Malik terseret arus deras. Kala itu Malik berteriak meminta tolong, kepada rekan kerjanya yang lain. Mendengar teriakan itu, dua pekerja lain, Ranggi dan Reza Ade Jumawar sontak melompat ke laut. Mereka ingin menolong Malik. Niat baik itu justru membawa petaka. Keduanya justru ikut terseret arus kencang.
Ranggi berhasil selamat, tapi Reza Ade Jumawar, warga Kampung Bina Maju, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, ditemukan meninggal dunia.
“Ranggi selamat dengan cara naik ke atas ponton. Satu orang dilaporkan selamat, dua orang sudah ditemukan meninggal. Satu korban ditemukan setelah empat hari pencarian,” sebut Fazzli. (lis)




