Keprisatu.com – Antusiasme masyarakat Kota Batam untuk mendonorkan darah kembali terlihat tinggi. Ratusan warga memadati kegiatan donor darah yang diselenggarakan Perhimpunan Hakka Indonesia Sejahtera (PHIS) di K-Square Mall Batam, Minggu (14/6). Acara juga dihadiri Ketum KONI Kepri Usep RS.
Sejak pagi, para peserta berdatangan untuk ikut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.30 hingga 15.30 WIB itu mengusung tema “One Drop of Humanity, Give Blood Save Lives” atau “Setetes Darah untuk Kemanusiaan, Setetes Darah Tumpuan Harapan.”
Tema tersebut mencerminkan semangat berbagi dan kepedulian sosial untuk membantu sesama yang membutuhkan transfusi darah. Selain mendonorkan darah, para peserta juga memperoleh berbagai layanan dan bingkisan sebagai bentuk apresiasi.

Setiap pendonor mendapatkan pemeriksaan gula darah gratis, beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, serta sejumlah makanan ringan setelah menjalani proses donor.
Ketua PHIS sekaligus Ketua Yayasan Hakka Kota Batam, Han Hok Sin, mengatakan kegiatan donor darah tersebut merupakan agenda rutin organisasi yang telah dilaksanakan secara berkesinambungan selama hampir 13 tahun. Menurutnya, donor darah menjadi salah satu bentuk kepedulian nyata PHIS terhadap kebutuhan masyarakat.
Han Hok Sin menjelaskan, PHIS secara konsisten menggelar kegiatan donor darah sebanyak tiga kali setiap tahun guna membantu memenuhi kebutuhan stok darah di Kota Batam. Ia berharap semangat berbagi yang ditunjukkan para pendonor dapat terus tumbuh sehingga ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan tetap terjaga sepanjang tahun.
“Program ini sudah berjalan hampir 13 tahun. Setiap tahun ada tiga kali kegiatan donor darah dan itu rutin kami laksanakan,” kata Han Hok Sin saat ditemui Batam Pos di lokasi kegiatan.
Ia menjelaskan, pelaksanaan donor darah kali ini bertepatan dengan peringatan Hari Donor Darah Sedunia. Karena konsistensi dan kekompakan dalam berbagai kegiatan sosial, PHIS dipercaya untuk berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI).
“Acara ini sebenarnya kegiatan internal Hakka. Kami bekerja sama dengan PMI dan kebetulan bertepatan dengan Hari Donor Darah Sedunia,” ujarnya.
Han Hok Sin menilai kesadaran masyarakat terhadap pentingnya donor darah terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu terlihat dari jumlah peserta yang terus bertambah setiap kegiatan dilaksanakan.
Bahkan hingga sekitar pukul 12.00 WIB, jumlah pendaftar yang ingin mendonorkan darah telah mendekati 500 orang.
“Beberapa tahun terakhir antusiasme masyarakat sangat bagus. Orang-orang sudah mulai memahami bahwa donor darah baik untuk kesehatan sekaligus membantu sesama. Sampai siang tadi pendaftarnya sudah hampir 500 orang,” katanya.
Menurutnya, tingginya minat masyarakat menjadi motivasi bagi PHIS untuk terus menjalankan program donor darah secara berkelanjutan.
Ia mengaku pihaknya tidak pernah menetapkan target jumlah kantong darah maupun jumlah pendonor dalam setiap kegiatan. Sebab, PHIS telah memiliki database pendonor yang cukup besar sehingga informasi kegiatan dapat dengan mudah disebarluaskan kepada masyarakat.
“Kami tidak pernah menetapkan target. Karena kami sudah memiliki data dan kontak para pendonor. Ketika ada kegiatan, cukup diinformasikan melalui media dan saluran komunikasi yang ada, mereka langsung datang,” ujarnya.
Dalam satu tahun, lanjut Han Hok Sin, jumlah pendonor yang mengikuti tiga kali kegiatan donor darah yang diselenggarakan PHIS dapat mencapai lebih dari seribu orang.
“Kalau dihitung dalam setahun, jumlah pendonor yang ikut bisa lebih dari seribu orang dari tiga kali kegiatan donor darah yang kami laksanakan,” tambahnya.
Setelah darah terkumpul, seluruh kantong darah akan diserahkan kepada PMI untuk menjalani proses pemeriksaan, penyaringan, dan pengolahan sesuai standar kesehatan sebelum didistribusikan kepada pasien yang membutuhkan.
“Darah yang sudah terkumpul akan diolah dan dibersihkan terlebih dahulu oleh PMI sebelum disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Donor Darah, Sudjiman, berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus berlangsung secara berkesinambungan.
Menurutnya, donor darah tidak semata-mata dilakukan karena adanya bingkisan atau hadiah yang diberikan kepada peserta, melainkan karena nilai kemanusiaan yang terkandung di dalamnya.
“Kegiatan seperti ini jangan sampai berhenti. Bukan karena ada beras, minyak goreng atau makanan ringan, tetapi karena semangat membantu sesama dan mendukung kebutuhan darah melalui PMI,” ujarnya.
Ia berharap semakin banyak masyarakat Batam yang menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus bentuk kepedulian sosial terhadap sesama.
“Ke depan kegiatan ini harus terus berjalan untuk membantu PMI dan membantu masyarakat yang membutuhkan darah,” sebut Sudjiman. (ks03)