Yusuf SMn MM, Anggota Komisi 3 DPRD Propinsi Kepri

Batam, Keprisatu.com – Kota Batam saat ini tengah mengalami hujan deras meski bukan musim penghujan. Air melimpah hingga masuk ke dam – dam yang sejatinya menjadi tempat penampungan air bersih.

Air bersih inilah yang dikelola oleh  BP Batam yang menaungi SPAM Batam sebagai pengelola air bersih. Namun Sayangnya, pengelolaan air bersih yang (bakal) dijadikan air konsumsi warga Batam, saat ini justru tengah jadi perbincangan dari mulai warung kopi hingga kantor kantor.   

Seakan tidak ada lagi yang bisa menyampaikan keluhan, warga Batam yang mengalami masalah distribusi air,  saat ini memilih caranya masing masing , mulai dari mengadukan ke wakil rakyat hingga menjadikan medsos sebagai tempat curhat.

Curhat ini seputar kebutuhan air di beberapa wilayah Kota Batam yang masih terkendala disampaikan oleh masyarakat. Masih ada yang harus menyiapkan drum di depan rumah demi menampung air.

“Ada juga warga yang menyampaikan keluhan , mereka kerap mengorder air bersih bantuan tiap malam dan tak jarang kadang kala air bersih datang baru keesokan harinya,” ujarnya lagi.

“Kalau dicek setiap hari ada saja yang menyampaikan keluhan , baik ke saya langsung, melalui media sosial (facebook) maupun berjumpa langsung dengan saya,” demikian Yusuf SMn MM anggota Komisi 3 DPRD Propinsi Kepri, menanggapi membanjirnya laporan soal keluhan ari bersih yang saat ini dipegang oleh  BP Batam yang menaungi SPAM Batam sebagai pengelola air bersih.

Kepada Keprisatu.com, Yusuf SMn mengatakan dirinya kerap menerima beragam keluhan yang disampaikan saat dia turun ke masyarakat terkait permasalah air bersih ini.  Ada yang mengeluhan soal pemasangan meteran yang saat ini tarifnya relatif mahal, dibandingkan dengan sebelumnya.

Ada pula yang mengeluhkan soal kelancaran aliran air yang saat ini terasa sangat mengganggu aktifitas masyarakat. Dan yang tak kalah pentingnya soal air yang berwarna kekuningan.

“Aliran air bersih ke arah Sagulung yang Batuaji  kita tahu kan selalu bermasalah di bagian ujung. Mestinya ini jadi atensi bagi pengelola SPAM BP Batam, untuk menanggulangnya,” kata Yusuf SMn lagi.

Yusuf Smn mencontohkan keluhan disampaikan warga dari  Kelurahan Seilekop Kecamatan Sagulung , soal aliran air yang tak lancar benar benar membuat masyarakat kasihan masyarakat.

“Mereka yang semestinya harus istirahat saat malam, tapi harus menunggu waktu saat air mengalir ke rumahnya, dan itu hanya terjadi saat tengah malam,” katanya lagi.

Pemerintah Kota Batam harus memprioritaskan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

“Sebab air merupakan kebutuhaan dasar hidup manusia, jadi pengelolaannya juga harus yang profesional serta baik dan memperhatikan aspek pelayanan,” ujar politisi PKS Kota Batam ini.

Yusuf yang kini menjabat Ketua DPD PKS Kota Batam juga mengingatkan kembali bahwa “Di tengah maraknya pembangunan infrastruktur Kota Batam, pemerintah juga tidak boleh lupa memperhatikan dan memprioritaskan pembangunan instalasi air, dalam rangka memperbaiki pelayanan yang merata di penjuru Kota Batam “. (KS15)

Editor : Tedjo