Keprisatu.com – Setelah klaster-klaster penularan Covid-19, seperti perkantoran dan tempat ibadah berhasil diidentifikasi, kini muncul klaster baru yang harus diwaspadai, disebut klaster keluarga.

Klaster keluarga ini terjadi saat salah satu anggota keluarga terinveksi virus, lalu menularkan ke anggota keluarga lainnya sehingga satu rumah tangga tertular Covid-19.

Klaster keluarga ini sudah muncul di berbagai kota di Indonesia, seperti Jakarta, Semarang. Salah satu wilayah yang kini menjadi sorotan karena kemunculan klaster ini adalah Kota Bogor.

Menurut Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, penularan Covid-19 di Kota Bogor, Jawa Barat dari klaster keluarga menempati
peringkat tertinggi dibanding penularan dari penyebab lainnya. Penularannya terus meningkat dan jumlah keluarga yang menjadi klaster juga terus meningkat.

“Persentase kasus positif Covid-19 di klaster keluarga ada 34,17 persen di Bogor,” ungkap Bima dilansir Keprisatu dari Antara, Senin (7/9/2020).

Epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono memperkirakan klaster keluarga bakal terus menyumbang penambahan kasus Covid-19.

Klaster ini masuk di urutan satu sampai tiga yang menyumbang angka penularan tertinggi. Pemerintah harus memastikan isolasi kasus Covid-19 yang ditemukan di klaster keluarga cepat diisolasi.

Satu orang yang terpapar virus Corona berpotensi menularkan seluruh anggota keluarga lainnya yang ada di dalam satu rumah. Pandu mencontohkan penularan kasus positif penyidik senior KPK Novel Baswedan. “Satu orang kena, keluarga lainnya ikut kena.”

Pemerintah, kata Pandu, sudah seharusnya menyediakan tempat isolasi bagi warga yang ditemukan terpapar Covid-19. Isolasi dengan pengawasan petugas Kesehatan lebih baik daripada menjalani sendiri di rumah.

“Banyak ditemukan isolasi mandiri tak efektif.” Orang masih sering keluar ruang isolasi dan menularkan virus ini kepada orang lain.

Pandu mengimbau masyarakat untuk terus patuh terhadap protokol kesehatan mencuci tangan, menjaga jarak, dan menggunakan masker. Menurut dia, dengan kepatutan itu pandemi ini bakal lebih cepat berakhir.

“Tugas pemerintah memeriksa dan melacak serta mengisolasi kasus.” Jika masyarakat mematuhi protokol kesehatan dan pemerintah menajalankan tugasnya, wabah akan cepat selesai. (KS 04)