Keprisatu.com – Masyarakat Tembesi Bengkel, Kelurahan Kibing, Kecamatan Batuaji, menginginkan daerahnya menjadi destinasi wisata baru. Selama ini Tembesi Bengkel identik sebagai sentra pertanian seperti sayur dan buah-buahan di Kota Batam.

“Di lokasi ini terdapat satu kelompok sadar wisata (pokdarwis) binaan BKSDA Riau. Masyarakat berharap rencana menjadikan Tembesi Bengkel sebagai desa wisata dapat segera terwujud,” ujar tokoh masyarakat, Yamin saat menggelar syukuran masa panen dengan arak-arakan gunungan, Kamis (20/8/2020).

Menurut Yamin, syukuran masa panen ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur pada Allah yang telah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya pada para petani.

“Gunungan sayuran dan buah-buahan ini dihasilkan di kampung kita sendiri. Ini kami lakukan sebagai wujud syukur. Dan kami mengundang Bapak Ibu untuk bersama-sama menikmatinya,” tutur Yamin.

Ia menjelaskan, di lokasi tersebut ada 3 Rukun Tetangga (RT). Kegiatan masyarakatnya cukup banyak. Seperti pengajian ibu-ibu di tiap RT. Kemudian juga terdapat satu gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang beranggotakan tiga kelompok tani. Yaitu Kelompok Tani Sidodadi, Budidaya, dan Ladang Jaya.

“Poktan Sidodadi dan Budidaya merupakan warisan dari ketika Batam masih bergabung dengan Provinsi Riau. Jadi bisa dikatakan ini poktan pertama di Batam. Kami bangga bisa memberikan kontribusi pada masyarakat Batam,” ungkapnya.

Marlin Agustina, istri Wali Kota Batam Muhammad Rudi sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batam menyambut baik rencana warga untuk menjadikan Tembesi Bengkel sebagai destinasi wisata baru di Batam. Ia mengaku sudah menyampaikan keinginan warga itu kepada Walikota Batam.

“Katanya akan diusahakan, akan coba difasilitasi dengan mitra. Saya setuju sekali kalau daerah ini mau dikembangkan jadi kampung wisata,” kata Marlin.

Menurut Marlin, Tembesi Bengkel memiliki udara yang masih sejuk, banyak bukit, hijau, bersih, dan asri. “Wisatawan mancanegara banyak mencari yang seperti ini. Mereka tidak mencari gedung-gedung besar,” katanya. (KS 08)