Salah satu sudut kota lama Johor Bahru, Malaysia.

Keprisatu.com – Seorang wanita Indonesia diketahui hilang dua tahun lalu di Jakarta-Indonesia, kini ditemukan di Malaysia. Wanita bernama Risa Marisya (35) ini sudah kembali ke Indonesia lewat Batam.

Petugas konsulat di Johor Malaysia, Prayogo, yang menangani kasus ini yakin jika Risa menjadi korban perdagangan seks. “Kakak Risa, Lala Wijayanti memberitahu kami bahwa adiknya telah hilang selama lebih dari satu tahun dan keluarganya terus mencari,” ungkap Prayoga, sebagaimana dikutip CNN, Sabtu (28/11/2020).

Risa kini sudah sampai lewat Batam setelah mendapatkan paspor dari Konsulat Jenderal Indonesia di Johor Baru. Sebelumnya, Risa ditolong oleh seorang warga yang kemudian menelepon Pastor Benedict Rajan, pendeta Johor Family City Church.

Warga di sana melapor ada seorang perempuan dengan gangguan mental tinggal di pinggir jalan. Anggota gereja pun membersihkan dan membawa Risa ke salah satu rumah penampungan mereka.

Sebagai tindakan pencegahan, ia ditempatkan di ruang isolasi. Setelah seminggu di penampungan, Risa dibawa ke kantor Konsulat Jenderal Indonesia di Johor Baru, Malaysia.

Kakak Risa, Lala Wijayanti, mengaku begitu terharu mengetahui adiknya akan segera pulang. Dia bercerita salah satu dari orang yang merawat Risa di Johor memberitahu bahwa sang adik telah diantar ke Batam pada Sabtu (21/11) lalu.

“Saya sangat gembira karena saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan bertemu Risa lagi. Ibu saya yang berusia 67 tahun juga tidak percaya. Kami butuh beberapa saat untuk meyakinkan bahwa itu benar,” ujar Lala seperti dilaporkan The Star, Jumat (27/11) yang mengutip Straits Times.

Dia mengatakan Risa menderita skizofrenia sejak remaja. Sebelum hilang, keluarga melihat dia pergi ke sebuah toko di kawasan Jakarta Timur.

Hingga malam Risa tidak kunjung pulang sehingga keluarga mencarinya ke seluruh penjuru kampung dan lapor ke polisi.

Warga desa lain menduga Risa dibawa pergi dan dijual. Meski demikian keluarga tetap melakukan pencarian. Saat hampir menyerah, lanjut Lala, masuk panggilan telepon dari Johor bulan lalu.

“Saya tidak tahu bagaimana dia bisa sampai di Malaysia. Dia tidak pernah ke luar negeri dan tidak memiliki paspor. Saya terkejut mengetahui bahwa dia hamil empat bulan dan bertanya tanya siapa yang melakukan hal seperti itu pada adik saya,” ujarnya. (ks04)

editor: arham