Salah satu sumber air di Sei Bati Karimun mulai menyusut airnya

Keprisatu.com – Rendahnya intensitas turun hujan di wilayah Kabupaten Karimun berdampak terhadap mengeringnya Waduk Sei Bati, Kecamatan Tebing. Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.

Waduk yang biasanya menyuplai kebutuhan air untuk masyarakat di pulau Karimun itu kering dan menyebabkan penyuplaian air ke masyarakat menjadi ternganggu.

Pantauan dilapangan, ketersediaan air baku di waduk Sei Bati sudah terlihat mengering. Permukaan waduk berkurang mencapai 2 meter dari biasanya, selain itu produksi air mengalami pengurangan sebanyak 50 persen.

Kepala Bagian Teknis Perumda Tirta Mulia Karimun, Irwanto mengatakan, kekeringan yang terjadi berdampak langsung terhadap penyuplaian air bersih kepada masyatakat.

Pasalnya, pompa atau alat penyuplai air ke rumah warga tidak dapat dioperasikan akibat air baku tidak mencapai pompa.

“Kami belum bisa mengoperasikan pompa karena kekeringan,” kata Irwanto, Minggu (14/3/2021).

Ia mengatakan, puhaknya mengelola air baku untuk disuplai ke masyarakat harus melakukan rationing atau penggiliran distribusi air. Hal tersebut harus diberlakukan mengingat kondisi waduk yang kering.

“Kita juga perbantukan penyuplaian air dari waduk Sei Bati dengan bantuan suplai air dari waduk Santani, itu yang sudah kami lakukan,” katanya.

Irwanto mengatakan, pihaknya juga berencana untuk menyuplai air dari Instalsi Pengolaan Air (IPA) Pongkar.

“Meskipun running selama 24 jam, itu pun tidak mencukupi kebutuhan masyarakat. Sehingga akan dilakukan suplai air dari pengelolaan air dari Pongkar,” ujar Irwan.

PDAM hanya bisa mendistribusikan air ke pelanggan pada jam-jam tertentu saja.

“Masyarakat pelanggan dapat menampung air jika air mengalir dan dapat menggunakan air sehemat mungkin selama beberapa hari air tidak mengalir,” katanya.(KS12)

Editor : Tedjo