Pjs Gubernur Kepri Bahtiar Baharuddin saat mengikuti Webinar Road To Indonesia Investment Day 2020 – Kepulauan Riau dari Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa (13/10).

Keprisatu.com – Perekonomian Provinsi Kepulauan Riau saat ini telah jatuh terlalu dalam sehingga diperlukan upaya-upaya dan terobosan untuk mendongkraknya kembali.

Pjs Gubernur Kepri Bahtiar Baharuddin mengungkapkan menurut laporan dari Bank Indonesia perekonomian Provinsi Kepri telah jatuh pada minus 6,6 persen.

”Kondisi seperti ini tidak baik bagi masyarakat dalam jangka panjang, maka harus ada upaya-upaya extraordinary dalam mengelola ekonomi di tempat ini supaya bisa berdampak kepada hal-hal lainnya di luar sektor ekonomi,” tutur Bahtiar saat mengikuti Webinar Road To Indonesia Investment Day 2020 – Kepulauan Riau dari Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa (13/10).

Dirjen Polpum Kemendagri ini berharap dengan dibukanya akses-akses antar wilayah dari Luar negeri nantinya akan membantu mendongkrak kembali perekonomian yang saat ini terus turun akibat dari terbatasnya kegiatan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

“Kita tentunya berharap ekonomi ini akan membaik ke depannya. Kita tidak berharap pertumbuhan yang terlalu optimis, namun jangan sampai juga minus terlalu dalam. Cukup pertumbuhan 0,2 persen saja sudah sangat baik,” ujarnya.

Itu sebabnya dirinya sebagai Pjs Gubernur Kepulauan Riau telah memerintahkan kepada seluruh Bupati/Wali Kota se-Kepulauan Riau khususnya kepada daerah yang menjadi lokasi-lokasi investasi global bahwa daerahnya tidak akan menerapkan pembatasan-pembatasan seperti PSBB karena memiliki sentimen negatif pada kegiatan ekonomi.

“Kita hanya akan melakukan pendisiplinan penerapan protokol kesehatan yang ketat ketimbang menggunakan kata-kata PSBB. Kami bersama Kepala Daerah dan pemangku kepentingan di Kepulauan Riau akan lakukan segala upaya untuk bagaimana mengerakan kembali ekonomi lokal di Kepulauan Riau yang memiliki kontribusi terhadap kekuatan ekonomi nasional,” jelasnya. (ks04)