Keprisatu.com – Pemerintah rencananya akan segera memberlakukan aturan turunan Undang-Undang Cipta Kerja. Bocorannya, bahkan akan berlaku bulan Februari 2021 ini juga.

Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian membocorkan rencana berlakunya Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Beleid sapu jagat itu dalam waktu dekat akan berlaku.

Sekretaris Kemenko Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso mengatakan UU Cipta Kerja  akan mulai berlaku pada bulan Februari ini. Dengan begitu, harapannya, dapat segera memberi dorongan pada perekonomian di tahun 2021.

“Dari sisi ekonomi kita juga punya pendorong atau game changer. Yaitu, pemberlakuan UU Cipta Kerja yang bulan ini sudah mulai akan berlaku semuanya, terutama peraturan-peraturan pelaksanaannya,” ungkapnya dalam diskusi ‘Daya Ungkit Ekonomi untuk Bangkit’, Selasa (16/2/2021). Hal ini sebagaimana laman Detikcom melansirnya.

BACA JUGA: RPP PHK Rilis, Pesangon Pekerja Terancam Terpangkas

Pria yang sapaan akrabnya, Susi ini optimis bahwa kehadiran UU Cipta Kerja dapat membuat pertumbuhan ekonomi sesuai target, yakni sekitar 4,5 sampai 5,5 persen di tahun 2021.

“Perekonomian Indonesia 2021, pemerintah sangat optimis akan pulih dan pemulihan ekonomi ini sesuai target kira-kira akan ada di kisaran 4,5 sampai 5,5 persen sesuai dengan angka yang ada di APBN 2021 kita,” imbuhnya.

Menurutnya, pemberlakuan UU Cipta Kerja sebagai momentum untuk mendorong investasi di tahun 2021. Nantinya akan ada 54 aturan pelaksana dalam kebijakan itu.

“Mengenai investasi 2021 ini momentum untuk mendorong investasi terutama dengan telah mulai pemberlakuan UU Cipta Kerja bersama dengan 54 aturan turunan dari UU Cipta Kerja,” ucapnya. Secara rinci jumlah RPP yang disusun, yakni 49 RPP dan 5 RPerpres.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian saat ini 2 PP sudah diundangkan. Yakni PP 73/2020 tentang Lembaga Pengelola Investasi dan PP 74/2020 tentang Modal Awal Lembaga Pengelola Investasi. (ks04)

editor: arham