Usai dilantik, Ansar mengungkapkan kondisi Kepri yang cukup berat terkait masalah ekonomi..
Gubernur Kepri H Ansar Ahmad berfoto bersama dengan Wakil Gubernur Marlin Agustina usai dilantik oleh Presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta, Kamis (25/2/2021).

Keprisatu.com – Gubernur Provinsi Kepri H Ansar Ahmad mengungkapkan beratnya kondisi perekonomian Provinsi Kepri. Untuk itu sebagai gubernur baru, salah satu fokus dan tugasnya secepatnya me-recovery ekonomi Kepri.

”Pertama tugas saya penanganan pandemi covid-19 agar aktivitas ekonomi masyarakat bisa berjalan dengan baik. Kemudian fokus utama saya me-recovery ekonomi Provinsi Kepri,” ujar Ansar usai Presiden Jokowi melantiknya sebagai Gubernur Kepri periode 2021-2024 di Istana Negara Jakarta, Kamis (25/2/2021).

Mantan anggota DPR RI ini saat konferensi pers di Istana Negara Jakarta mengakui kondisi perekonomian Kepri yang sedang anjlok. ”Ekonomi Kepri turun secara signifikan,” imbuh mantan Bupati Bintan dua periode ini.

Berbicara masalah ekonomi, Ansar mengatakan secepatnya Kepri perlu recovery. Recovery mulai dari subsistem birokrasi ekonomi yang baik, berbagai relaksasi hingga perlunya memperkuat kemintraan antara UMKM dengan pelaku ekonomi menengah dan besar.

Ansar yakin untuk menyambut UU Cipta Kerja dengan berbagai peraturan pelakasananya akan mendukung percepatan recovery ekonomi Provinsi Kepri.

Kemudian Kepri sebagai bunda tanah Melayu dengan berbagai khasanahnya, menurut Ansar, akan menjadi salah satu faktor  pendorong untuk pembangunan masyarakat Provinsi Kepri.

Satu hal terpenting lainnya, tambah Ansar, memperkuat keamanan Kepri sebagai daerah perbatasan dengan jiran Singapura dan Malaysia serta negara lain. Untuk itu kerja sama dengan TNI serta Polri menjadi mutlak untuk terjaminnya keamanan tersebut.

BACA BERITA LAINNYA:

Jokowi Resmi Melantik Ansar-Marlin sebagai Gubernur dan Wagub Kepri

Ekonomi Kepri Nomor Buncit Kedua di Indonesia
Pariwisata Kepri Parah, Hotel Berdarah-darah
Kondisi Wisata Batam-Bintan Lebih Parah dari Bali
Kondisi Ekonomi Kepri  

Dalam catatan media daring ini, perekonomian Kepri terus mengalami penurunan dan puncaknya terjadi pada setahun terakhir bersamaan dengan pandemi covid-19. Pertumbuhan ekonomi Kepri sepanjang tahun 2020 jatuh ke titik minus 3,80 persen. Angka ini menempatkan Kepri di peringkat 33 dari 34 provinsi di Indonesia dari sisi ekonomi.

Kepri nomor buncit kedua setelah Bali yang selama ini mengandalkan pariwisata. Bali berada di peringkat buncit dengan pertumbuhan minus 9,31 persen.

Padahal sebelumnya pertumbuhan Kepri pada tahun 2019 masih masih mampu tumbuh sebesar 4,84 persen. (ks04)