Keprisatu.com – UEFA akhirnya turun tangan untuk mengatasi permasalahan
keuangan yang dihadapi federasi sepakbola di negara-negara di Benua
Biru itu akibat Covid-19. Rencananya UEFA akan mengalokasikan dana
sebesar 236,5 juta euro atau setara Rp 3,9 triliun.

Nah, tiap-tiap asosiasi akan menerima Rp 71,7 miliar (4,3 juta euro)
yang dapat digunakan untuk meringankan dampak negatif virus korona
terhadap sepak bola di semua level. Begitu pernyataan yang disampaikan
UEFA.

Sumbangan itu berasal dari program HatTrick yang dibentuk pada 2004
untuk mendukung proyek-proyek pengembangan bagi tiap-tiap federasi
anggota.

“Olahraga kami menghadapi tantangan yang belum pernah dihadapi
sebelumnya terkait krisis COVID-19. UEFA ingin membantu anggota-
anggotanya untuk merespons dengan cara yang pantas terhadap lingkungan
mereka masing-masing,” kata presiden UEFA Aleksander Ceferin seperti
dikutip AFP.

“Sebagai hasilnya, kami menyepakati (bantuan) sebesar 4,3 juta euro per
asosiasi, yang dibayarkan untuk sisa musim ini dan (musim) berikutnya,
sebagai bagian dari dana investasi, yang dapat digunakan anggota-
anggota kami untuk membangun ulang komunitas sepak bola,” tambahnya.

Pada pekan lalu, UEFA telah mengeluarkan dana sebesar hampir 70 juta
euro kepada klub-klub yang mengalami masalah keuangan selama krisis
kesehatan.

Dana tersebut awalnya akan diberikan untuk klub-klub yang telah melepas
pemain untuk pertandingan-pertandingan internasional setelah selesainya
playoff kualifikasi Piala Eropa.

Badan sepak bola dunia FIFA pada Jumat (24/4) mengumumkan bahwa
pihaknya akan mengeluarkan dana sebesar Rp 2,3 triliun kepada 211
federasi anggotanya sebagai “langkah awal rencana pemulihan.”

Dana itu didapat dari program Forward 2.0, yang diluncurkan pada 2016
dan total akan menyediakan Rp 26,9 triliun.(*)

sumber: Jawapos.com