Udara Kepri dikuasai negeri jiran Singapura.iaNegeri jiran Singapura men
Jiran Singapura masih menguasai udara Kepri.

Keprisatu.com – Singapura masih menguasai wilayah udara Provinsi Kepri. Ini pemerintah berupaya mengambil alih pengelolaan wilayah udara atau Flight Information Region (FIR) dari Singapura. Tidak ada alasan bagi Indonesia untuk tidak memiliki pengelolaan ruang udara sepenuhnya karena memiliki kemampuan.

“Garis bawahi bahwa Indonesia telah punya kapasitas, punya kemampuan dan mampu mengelola ruang udara di seluruh Indonesia. Akan itu tidak ada alasan untuk mencapai target FIR ini, untuk ambil alih secara secepatnya,” kata Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves Basilio Dias Araujo, dalam konferensi pers, Rabu (17/2/2021).

Mengutip CNBCIndonesia, terkait updatenya Basilio belum bisa membeberkan secara banyak karena proses negosiasi masih berlangsung. Tapi yang jelas niatan pemerintah akan terus melakukan upaya untuk memperoleh penguasaan pengelolaan ruang udara sepenuhnya.

BACA JUGA: Travel Bubble Jiran Singapura Tertunda Lagi

Sebelumnya, dia menjelaskan bahwa penguasaan FIR terhadap Singapura ini tidak ada kaitannya dengan kedaulatan negara. Karena 45 tahun lalu, Indonesia belum memiliki sistem yang memadai untuk mengontrol penerbangan.

Sehingga pada akhirnya pengelolaan FIR kala itu Indonesia mendelegasikannya ke Singapura. Kuasa Singapura atas langit Indonesia itu dalam pertemuan ICAO di Dublin, Irlandia, Maret 1946.

Dengan perjanjian itu, Singapura menguasai sekitar 100 mil laut (1.825 kilometer) wilayah udara Indonesia. Wilayah itu mencakupi udara Kepri, yaitu Tanjungpinang, Natuna, Sarawak, dan Semenanjung Malaya.

Sehingga Pesawat Indonesia harus minta izin kepada otoritas penerbangan Singapura jika hendak terbang dari Tanjungpinang ke Pekanbaru. Begitu juga ke Pulau Natuna, Batam, dan penerbangan di kawasan selat Malaka.

Kerangka kerja sama dengan Singapura juga sudah ditandatangani oleh Singapura. Itu juga harus ada pengakuan dari negara-negara lain bahwa Indonesia negara kepulauan. (ks04)

editor: arham