
Lagoi, Keprisatu.com – Menikmati liburan di kawasan wisata Lagoi, Bintan, tidak hanya soal keindahan alam dan hamparan laut. Pengalaman berbeda juga ditawarkan salah satu restoran yang berada di kawasan Bayan Tree, Lagoi, melalui perpaduan budaya Melayu dan kreasi kuliner yang mengangkat bahan-bahan lokal Indonesia.
TreeTop Restaurant memiliki cara tersendiri untuk memanjakan para pengunjung, khususnya wisatawan mancanegara. Sebelum hidangan utama disajikan, para tamu terlebih dahulu diajak menikmati pertunjukan tarian Melayu yang menjadi pembuka pengalaman bersantap.
Tidak sekadar menyaksikan, wisatawan juga diajak merasakan langsung budaya Melayu Kepulauan Riau dengan mencoba gerakan tarian Melayu. Suasana pun terasa semakin akrab, karena interaksi tersebut menjadi pengalaman budaya yang jarang diperoleh wisatawan ketika menikmati santapan di sebuah restoran.
Setelah pertunjukan budaya, para tamu disuguhi welcome drink sembari menikmati panorama matahari yang perlahan turun di ufuk barat. Dari lokasi restoran yang berada di atas bukit, wisatawan dapat menikmati pemandangan laut lepas yang terbentang di hadapan mata.
Kuliner Lokal Berpadu Cita Rasa Western, Jadi Pengalaman Berbeda di Lagoi
Setelah menikmati suasana senja, para tamu kemudian dipersilakan memasuki ruang restoran yang ditata apik. Konsep ruang makan yang menghadap langsung ke laut membuat pengalaman bersantap terasa semakin istimewa, sekaligus memberikan suasana tenang bagi wisatawan yang sedang menikmati masa liburan.
Hidangan kemudian disajikan secara bertahap. Menu pembuka berupa gonggong yang dibalut laksa dengan kuah santan bertekstur creamy menjadi salah satu sajian yang menarik perhatian. Olahan tersebut dirancang untuk menghadirkan cita rasa khas lokal dengan tampilan dan karakter rasa yang lebih modern.
Untuk menu utama, wisatawan disuguhkan bistik daging impor yang dipadukan dengan pulut. Perpaduan tersebut mempertemukan karakter kuliner Barat dengan cita rasa Asia, sehingga menghasilkan sajian yang berbeda dari menu steak pada umumnya.
Menariknya, bahan-bahan lokal seperti sagu, ketela atau ubi kayu, serta bahan pangan khas Indonesia lainnya turut mendapat sentuhan kreativitas. Bahan sederhana tersebut diolah menjadi sajian dengan tampilan modern tanpa menghilangkan karakter dasar bahan lokal.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah hidangan penutup berbahan ketela atau ubi kayu. Di tangan juru masak berpengalaman, bahan yang selama ini identik dengan makanan tradisional tersebut dikreasikan menjadi dessert lembut dan lezat, memberikan pengalaman rasa yang kemungkinan belum pernah dirasakan sebagian wisatawan di negara asalnya.
Seluruh rangkaian menu tersebut merupakan hasil kreasi Chef Riskan asal Dabo, Singkep, dan Mandif Warokka yang telah berpengalaman di bidang tata boga. Kreativitas keduanya memperlihatkan bagaimana bahan pangan lokal Indonesia dapat dikembangkan menjadi hidangan berkelas sekaligus menjadi bagian dari pengalaman wisata.
Salah seorang wisatawan asal Australia, Dave (40), mengaku terkesan dengan pengalaman yang diperolehnya. Menurutnya, perpaduan hidangan, suasana, budaya Melayu, serta minuman anggur merah membuat liburannya bersama sang istri menjadi semakin berkesan. “Perpaduan hidangan yang disuguhkan sungguh mengesankan. Menu yang dipadukan dengan minuman membuat masa liburan bersama istri menjadi kenangan indah,” ujarnya.
Bagi TreeTop Restaurant, menghadirkan tarian Melayu sebelum jamuan makan bukan sekadar hiburan. Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner Kepulauan Riau kepada wisatawan mancanegara maupun domestik. Dengan memadukan panorama alam, budaya Melayu dan kreativitas kuliner berbahan lokal, pengalaman bersantap di Lagoi pun hadir bukan sekadar sebagai aktivitas makan, tetapi sebagai perjalanan rasa dan budaya Indonesia. (Hrs)