Arief Zailani, tersangka kasus korupsi pengadaan alat praktek otomotif Disdik Kepri saat diamankan Tim Tabur Kejagung.

Keprisatu.com – Tim Tangkap Buronan Kejaksaan Agung bersama dengan Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kepri) mengamankan Arief Zailani, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat praktek otomotif rekayasa pada Dinas Pendidikan Provinsi Kepri. Arief yang sudah dua kali mangkir dari panggilan penyidik Kejati berhasil diamankan di Bekasi, Jumat (20/11) kemarin.

Berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau Nomor: Print-05/L.10/Fd.1/07/2019 tanggal 18 Maret 2019, Arief Zailani ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara yang tipikor pengadaan alat praktek otomotif rekayasa pada Dinas Pendidikan Kepri tahun anggaran 2018. Dugaan tindak pidana korupsi ini telah menimbulkan kerugian negara sebesar Rp.777.200.000.

“Tersangka ini ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali mangkir dari pemanggilan penyidik. Hingga akhirnya, dilakukan penangkapan terhadap tersangka di Palm Residences Summarecon Bekasi, Jawa Barat pada hari ini Jum’at kemarin, sekira pukul 09.50 wib. Tidak ada perlawanan dari tersangka saat akan diamankan,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum ) Kejagung, Hari Setiyono, Sabtu (21/11).

Arief Zailani diketahui sebagai pihak kontraktor pengadaan alat praktek otomotif di Dinas Pendidikan Kepri. Selain Arief, penyidik Kejati Kepri juga telah menetapkan 3 tersangka lainnya, yakni DF selaku pejabat pembuat komitmen, A selaku kontraktor dan DS selaku PPTK. Pengadaan alat praktek otomotif Disdik ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp2,4 miliar.

Dari hasil penyidikan diketahui bahwa alat laboraturium ini tidak sesuai dengan spesifikasi barang hingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp777.200.000. Penyidik melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak, hingga akhirnya memanggil tersangka Arief secara patut untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Namun, Arief tidak pernah memenuhinya.

“Karena tidak pernah memenuhi panggilan, yang bersangkutan masuk dalam daftar DPO dan ada permintaan pemantauan tersangka dari Kejati Kepri kepada Tim Tabur Kejaksaan Agung, sehingga dilakukan pemantauan hingga penangkapan,” ujar Hari.

Keberhasilan penangkapan buronan pelaku kejahatan oleh Tim Tabur Kejaksaan Agung bersama Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Kepri kali ini merupakan keberhasilan Tabur yang ke – 114 di tahun 2020, dari buronan yang berhasil diamankan oleh Tim Tabur Kejaksaan RI dari berbagai wilayah, baik dalam kategori tersangka, terdakwa, maupun terpidana. Program Tabur 31.1 digulirkan oleh bidang Intelijen Kejaksaan RI dalam memburu buronan pelaku kejahatan baik yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan maupun instansi penegak hukum lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia. “Melalui program ini, kami menyampaikan pesan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan,” ucap Hari.(aini)