Ilustrasi Pelabuhan

Keprisatu.com – Polimek tentang maraknya kegiatan bongkar muat di pelabuhan tikus di Tanjung Uban, Kabupaten Bintan disebabkan tidak adanya pelabuhan resmi.

Sehingga upaya mendongkrak  Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) Kabupaten Bintan serta bagaimana pelabuhan yang dibangun Pemerintah, berfungsi menjadi Pendapatan Daerah  bukan hal yang mudah.

Seperti pantauan pada Kamis (18/2/2021), di Bintan banyak pelabuhan tikus yang beraktifitas di Kecamatan Bintan Utara Kabupaten Bintan.

Fenomena ini bukan barang baru. Bahkan dari puluhan tahun yang silam hal itu sudah terjadi. DIduga kemunculan berbagai bentuk pelabuhan tikus tersebut , karena   tidak adanya pelabuhan resmi yang berada di Kecamatan Bintan Utar.

Saat ini ada pelabuhan Roro ASDP yang juga tidak maksimal melayani pelaku usaha penyuplay Sembako dari Kota Batam.

Kota Batam memiliki yang merupakan wilayah FTZ atau bebas pajak, demikian juga di Bintan yang sama – sama memiliki kawasan FTZ, sehingga dengan leluasa masuknya barang – barang dari Kota Batam Ke Tanjung Uban Kabupaten Bintan.

Situasi ini sering dimanfaatkan pihak pengusaha memasukan barang dari Kota Batam Ke Tanjung Uban, dan langsung menuju ke Tanjung Pinang dengan menggunakan truk atau Lori, tanpa mAsuk ke gudang terlebih dahulu, guna Pengecekkan pihak kepabeanan.

“Saat ini Kecamatan Bintan Utara belum memiliki Pelabuhan Resmi yang dijadikan lokasi bongkar muat barang sembako,”ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau, Junaidi, melalui telepon seluler.

Pelabuhan Kota Sagara Kampung mentigi, yang dibanggun dengan besar dan kokoh juga, tidak bisa dimanfaatkan untuk bongkar muat barang – barang sembako kerena belum ada fasilitas penunjang pelabuhan, seperti gudang, parkir, kantor , dan lain.- lain penunjang sarana pelabuhan.

Hal senada juga disampaikan oleh kepala BP Kawasan Kabupaten Bintan, belum adanya Koordinasi Pihak Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, terkait Pelabuhan Kota Sagara Kampung Mentigi, berkoordinasi kepihak BP Kawasan Kabupaten Bintan, sehingga BP Kawasan Bintan menggangap belum bisa difungsikan Pelabuhan tersebut.

Sehingga saat ini, dengan berkeliarannya bongkar muat sembako di Wilayah Tanjung Uban, menjadi hal yang biasa, kerena cukup lama berjalan, hingga saat ini.

Kebutuhan Masyarakat juga tergantung dengan kegiatan tersebut, barang – barang diangkut dengan menggunakan kapal – kapal.kecil, dengan muatan beras, sayur – sayuran, dan barang lainnya, dengan cepat dan mudah sampai.ke Tanjung Uban. (KS05).

Editor : Joko