

Peresmian TGCL Universitas Riau merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pegadaian dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas. TGCL dirancang sebagai ruang kolaboratif untuk mendorong peningkatan literasi keuangan, kewirausahaan inklusif, serta pengembangan kreativitas dan inovasi mahasiswa, tidak hanya Pegadaian berbagai sektor lembaga keuangan lainnya juga turut mengapresiasi hadirnya The Gade Creative Lounge di Universitas Riau ini, karna melalui wadah yang kolaboratif dapat menarik mahasiswa untuk meningkatkan literasi keuangan.
Direktur Teknologi Informasi dan Digital PT Pegadaian, Yos Iman Jaya Dappu, menyampaikan bahwa kehadiran TGCL mencerminkan komitmen Pegadaian dalam memanfaatkan teknologi sebagai enabler pengembangan talenta muda.
“The Gade Creative Lounge kami rancang sebagai ruang kolaborasi yang adaptif terhadap kebutuhan generasi muda, terintegrasi dengan teknologi, untuk mendorong literasi keuangan dan kewirausahaan. Harapannya, TGCL dapat melahirkan inovasi dan talenta unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Yos.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil II Pekanbaru, Agus Riyadi, menegaskan bahwa TGCL Universitas Riau merupakan bentuk sinergi Pegadaian dengan dunia pendidikan di Provinsi Riau.
“Melalui TGCL ini, Pegadaian Kanwil II Pekanbaru menghadirkan ruang kreatif dan kolaboratif yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk mengembangkan ide, meningkatkan literasi keuangan, serta menumbuhkan semangat kewirausahaan,” ungkap Agus.
Rektor Universitas Riau, Prof. Dr. Sri Indarti, SE., M.Si, menyampaikan apresiasi kepada PT Pegadaian atas dukungan dan kolaborasi yang diberikan. Menurutnya, TGCL menjadi fasilitas strategis yang memperkaya proses pembelajaran dan pengembangan mahasiswa.
Dari sisi konsep, TGCL mengusung prinsip keberlanjutan dengan memperhatikan aspek ergonomis, pemanfaatan material daur ulang, serta ornamen berbahan dasar sampah daur ulang sebagai wujud komitmen Pegadaian terhadap aspek sosial dan lingkungan.
Ke depan, Pegadaian akan terus membangun The Gade Creative Lounge di berbagai universitas di Indonesia sebagai upaya mendukung pembangunan pendidikan nasional dengan semangat mengEMASkan Indonesia.
PT Pegadaian didirikan di Kota Sukabumi, Jawa Barat pada 1 April 1901. Tak hanya bergerak di Industri Gadai, Pegadaian kini bertransformasi menjadi lembaga keuangan inklusif yang menyediakan beragam produk dan layanan finansial. Sejak tahun 2021, Pegadaian tergabung dalam Holding Ultra Mikro (UMi) bersama BRI dan PNM, berkomitmen penuh dalam mendukung UMKM naik kelas.
Pegadaian kini mengukuhkan posisinya sebagai pelopor Layanan Bank Emas di Indonesia dengan produk terlengkap, sejak resmi mengantongi izin yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Desember 2024.
Melalui surat tersebut, Pegadaian dapat melakukan kegiatan usaha Bulion yang meliputi Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi maupun Perdagangan Emas.
Selain Layanan Bank Emas, Pegadaian juga memiliki ragam produk investasi emas yang mudah diakses masyarakat, seperti Tabungan Emas, Cicil Emas, dan Arisan Emas, serta produk pembiayaan yang lengkap (Haji & Umroh, Kredit Mikro, Kredit Kendaraan, hingga KUR Syariah).
Seluruh produk dan layanan Pegadaian dapat diakses melalui Outlet, Agen Pegadaian, serta aplikasi Tring! by Pegadaian yang dirancang dengan fokus pada pengembangan ekosistem emas dan transformasi digital, untuk memberikan kemudahan, kecepatan dan kenyamanan dalam bertransaksi finansial bagi masyarakat.
Sebagai lembaga pembiayaan sosial, Pegadaian juga berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat melalui layanan keuangan yang inklusif, menciptakan dampak positif bagi komunitas, dan meningkatkan kesejahteraan secara luas. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.pegadaian.co.id. (*lis)