Keprisatu.com – Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) “wajib”  kosong dan bersih dari segala kegiatan liar manusia. Namun, faktanya  justru banyak kegiatan  ada di KKOP Hang Nadim Batam.

Kegiatan itu  mulai ternak babi, pemukiman masyarakat hingga pencucian pasir , yanga baeroperasi justru  di dalam KKOP Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

BACA JUGA : UPDATE Pasien Covid “Sembuh” Sebanyak 45 Orang

Pangkalan Udara (Lanud) Hang Nadim Batam pun menertibkan KKOP tersebut pada , Selasa (15/9/20).

Bersama-sama dengan Ditpam BP Batam, Lanud Hang Nadim menggelar  patroli guna menertibkan KKOP termasuk dari kegiatan  yang bersinggungan dengan pemukimanan masyarakat yang berada di sekitar landasan pacu Bandara Hang Nadim Batam.

Operasi penertiban kali ini, sebagai tindak lanjut dari penertiban yang sudah dilaksanakan sekitar satu Minggu yang lalu.

Sebab  informasi dari salah satu personil Ditpam BP Batam,  himbauan yang termaktub dalam surat resmi sudah pernah dilayangkan ke masyarakat sekitar landasan,  terutama  pengelola lahan tersebut bahwa pengelolaan lahan disekitar landasan tanpa izin merupakan tindakan melanggar hukum.

“Hasil dari penertiban kali ini sangat mengejutkan, baik bagi petugas baik dari Lanud Hang Nadim maupun dari Ditpam BP Batam,” ujar Danlanud Hang Nadim Batam Letkol Pnb Urip Widoso.

Lahan Liar di KKOP Hang Nadim “DISEWAKAN” Rp1,5 Juta  

Lebih parah lagi disinyalir, “lancarnya” warga yang secara liar menggunakan  lahan disekitar landasan pacu Bandara Hang Nadim,  bukan gratis.

Sebab, ternyata ada dugaan pungli atau sewa atas lahan yang digunakan. Sewa ini dijalankan  oleh oknum tertentu.  Informasi yang dihimpun  dari  pengelola lahan “SC”, mereka dikenakan tarif sewa lahan sebesar Rp 1,5 juta.

Uang tersebut selanjutnya  dibayarkan kepada oknum tertentu berinisial MT.  “Sayangnya,  MT sendiri belum dapat dikonfirmasi terkait sewa-menyewa lahan di sekitar landasan pacu tersebut,” ujarnya.

Tak puas sampai disitu, tim merangsek ke lokasi lebih dalam hutan.

Ternyata, disana tim mendapati adanya peternakan babi di beberapa titik. Tak hanya itu ada juga semacam tempat pencucian pasir.

Pemilik  peternakan babi tersebut masih belum dapat dikonfirmasi, namun kepada  penjaga peternakan babi, pihak Lanud Hang Nadim sudah memberikan peringatan secara lisan dan persuasif, agar peternakan tersebut segera di bersihkan atau dibongkar dengan suka rela.

“Kami beri kesempatan dan kelonggaran waktu selama satu minggu, kepada pengelola peternakan agar segera membongkar dan membersihkan lahan tersebut dari aktifitas tak berizin. Termasuk kegiatan sewa-menyewa lahan, harus kita benahi,” ujar Urip. (ks14)

editor : tedjo