Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Muhammad Zen

Keprisatu.com – Ada  fakta menarik seputar Kepulauan Riau pada zaman dahulu. Bahkan tercatat tahun 1963 hingga 1966 Kepulaun Riau yang masih bergabung dengan Riau, pernah memiliki uang tersendiri yakni Kepulauan Riau Rupiah (KRRP). Uang ini hanya digunakan khusus di Kepulaun Riau dan tidak berlaku untuk di daerah lainnya di Indonesia.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Muhammad Zen mengatakan, uang KRRP merupakan uang resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Waktu itu, uang KRRP memiliki fungsi yang sama dengan mata uang yang sah sebagai alat pembayaran yang sah hanya di Kepulauan Riau saja.

“Peredaran uang KRRP hanya sebentar saja, sekitar tahun 1963 hingga 1966 saja. Uang KRRP itu sah dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia,” kata Zen sapaan akrabnya, Selasa (8/6/2021).

Zen menuturkan, Pemerintah Indonesia mengeluarkan uang KRRP khusus untuk Kepulauan Riau, karena wilayah ini langsung berbatasan dengan Singapura dan Malaysia. Hal ini agar masyarakat di perbatasan tidak terpengaruh dengan mata uang dollar Singapura ataupun Ringgit Malaysia.

“Waktu itu, masyarakat Kepualaun Riau banyak berdomisili di Pulau Belakang Padang dan pulau sekitarnya. Kalau di Batam warganya berdomisili di Batu Besar, Nongsa, dan Jodoh,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia sengaja membuat uang khusus bagi daerah di wilayah perbatasan agar nilai tukar rupiahnya sama dengan dollar Singapura. Kata dia, tahun 1963, 1 dollar Singapura nilainya sama dengan 1 KRRP, sementara 1 dollar Singapura kalau ditukar dengan uang rupiah sebesar Rp175 rupiah.

“Uang KRRP dan uang Rupiah yang sah sejalan digunakan di wilayah Kepualuan Riau. Pemerintah Indonesia melakukan ini agar masyarakat di perbatasan tetap mengenal rupiah bukan dollar Singapura atau Malaysia,” kata Zen yang merupakan anak asli Batam.

Zen mengatakan, warga Kepualaun Riau setiap melakukan transaksi jual beli pergi ke Singapura dengan menggunakan perahu. Dan bahkan, tidak sedikit juga warga Kepualaun Riau mencari pekerjaan hingga ke Singapura dan Malaysia.

“Dulu orang sini mata pencariannya nelayan dan bertani. Kalau mau menjual hasil panennya ya ke Singapura atau Malaysia. Makanya warga disini lebih kenal dengan dollar Singapura ataupun Ringgit Malaysia. Dan bahkan jual beli menggunakan Dollar dan Ringgit hingga tahun 1990an,” ucapnya.(KS10)

Editor : Teguh Joko Lismanto