UAS bersama anggota Biker Subuhan Batam naik motor dari pelataran Masjid Agung Batam, Minggu (20/9/2020).

Keprisatu.com – Memberi tausyiah di depan anggota Biker Subuhan Batam, Ustad Abdul Somad mendukung berkembangnya komunitas anak muda di Kota Batam. Ia menginginkan komunitas-komunitas muda yang sudah ada supaya lebih kuat.

Bertempat di Masjid Agung Batam, Minggu (20/9/2020) subuh, Ustaz Abdul Somad yang lebih dikenal dengan sapaan UAS, memuji komunitas Biker Subuhan Batam.

Ia mengisahkan dirinya setahun lalu sempat viral usai naik motor bersama anggota Biker Subuhan Batam. Kemudian hal itu dengan cepat diikuti oleh daerah-daerah lain yang ada di Indonesia.

”Batam ini luar biasa, pencetus biker subuhan. Jangan kecil hati subuh ini saya pakai rompi Biker Subuhan Tasikmalaya. Karena di mana-mana sekarang sudah ada,” tutur UAS sembari membalik badan memperlihatkan baju rompinya.

Di daerah seperti Tasikmalaya, Banjar, Ciamis dan beberapa tempat lainnya sudah terbentuk biker subuhan. Tak mengherankan jika UAS berkunjung ke suatu daerah, ada saja anak muda yang minta diselipkan dalam agendanya.

Namun UAS berpesan kepada para anggota-anggota komunitas muda untuk tetap berhati-hati. Jangan sampai mengembangkan suatu komunitas tetapi memijak yang lain.

”Prinsipnya kembangkan dan perkuat komunitas muda, namun jangan menghancurkan atau memijak orang lain,” pinta UAS.

Sebagaimana pesan guru UAS, Syech Ali Jum’ah di Mesir, agar dalam mengembangkan sesuatu jangan menghancurkan yang sudah ada.

”Kalau ada yang meminta ijazah amalan ke beliau, maka dia akan bertanya dulu ada amalan apa di kampungmu. Maka amalan itulah yang akan diijazahkan oleh beliau,” ungkap UAS mengenang gurunya.

UAS melanjutkan komunitas-komunitas yang ada itu ibarat jalan atau wasilah untuk menuju ridho Allah SWT. ”Tujuannya untuk mencapai ridho dan rahmat Allah SWT,” ujarnya.

”Komunitas mesti berdamai, hilangkan segala kesombongan,” pesan UAS lagi.

Ia juga menyinggung bahwa sekarang, setan tidak lagi menggoda supaya manusia menyembah dirinya. Menyembah pokok kayu atau jin. Setan sudah pintar. Setan menanamkan permusuhan di antara manusia, di antara komunitas yang ada.

Untuk itu, kata UAS, jangan sampai umat Islam hanya mempertentangkan jalan atau wasilah untuk mencapai ridho Allah itu.

”Menegakkan agama Allah SWT memang tidak bisa sendirian. Untuk itu perkuatlah Komunitas-komunitas yang ada, jangan ada permusuhan,” ujar UAS. (KS 04)