Karena putus tali, rakit ini sempat membuat ketiga pemancing asal Batamkota terombang ambing di laut selama 4 -6 jam

Keprisatu.com – Akibat cuaca buruk, tiga pemancing asal Kecamatan Batam Kota, terseret arus dan nyaris celaka.  Mereka memancing menggunakan perahu modifikasi dengan cara membuat rakit buatan. Namun angina kencang mengakibatkan tali rakit yang mereka tumpangi putus dan menyeret ke tengah laut.

Ketiga pemancing yang menjadi korban  Junaidi S Meliala, Laki -laki (23) Alamat Perum Taman Jasinta Indah ,   Lewic Suseno, Laki- laki, (26) Alamat Perum Botania Garden , dan  Yogi Pratama (22) Beralamat Botania Garden Batam Kota.

Kasat Polair Polresta Barelang AKP Syamsurizal menjelaskan,  kronologis kejadiannya, tiga  orang korban berangkat memancing ikan ke perairan laut, melewati bibir pantai sebuah padepokan yang ada di belakang Perum. Botania Garden I Kecamatan Batam Kota sekitar pukul 11.00 WIB.

“Korban menggunakan rakit yang berbahan gabus bekas box es, yang ada di dekat bibir pantai,” terang AKP Syamsurizal. Lalu saat ketiga korban berada di atas rakit,  langsung membawa rakit ke perairan sekitar 20 meter dari bibir pantai,” ujarnya.

Lalu ketiga pemancing  memancangkan dua batang kayu galah, lalu mengikatkan tali di kedua kayu yang sudah dipancangan.  Namun sekitar pukul 11.30 WIB saat sedang memancing ikan tiba-tiba datang angin kencang, hingga  membuat ikatan tali lepas dari kedua kayu galah tersebut.

Rakitpun langsung terbawa arus air laut yang kencang pada saat itu hingga ke tengah. “Ketiga korban berupaya membawa rakit ke pinggir perairan tapi sia-sia,” papar AKP Syamsurizal.

Ketiga korban saat itu sudah putus asa dan panik, karena cuaca saat itu angin kencang hingga membawa rakit laut ke tengah perairan laut dekat Kampung Kelembah dan Kampung Terih. Akhirnya mereka terombang ambing di tengah laut tanpa ada pertolongan untuk beberapa waktu.

Terombang-ambing di Tengah Laut, Tiga Pemancing ini Berhasil Diselamatkan Polisi

Tiga pemancing yang terkurung badai itu  berupaya berteriak teriak. Namun upaya itu sia sia, karena tidak ada yang mendengar. Akhirnya salah satu mencoba menelpon bibinya bernama Ermida Bangun.

Sang bibi memberitahukan kepada Ketua RT Perum BPD Batam Kota , Erry Syahrial untuk selanjutnya memberitahukan  ke Polsek Batam Kota. Laporan ini langsung direspon oleh Satuan Polair Polresta Barelang  Rabu (19/8/20) sore sekitar pukul 17.00 WIB meluncur ke lokasi.

Tim langsung menuju ke lokasi para pemancing ikan di perairan antara Kampung Kelembah dengan perairan belakang Perumahan Botania I Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

“Sekitar pukul 16.00 WIB Personil Polsek Batam Kota Aiptu Erwin Sibarani memberitahukan ke Unit Gakkum Polair Polresta, terkait peristiwa tersebut karena ketiga korban mengaku sudah mendekati kawasan Ocarina,” ujar AKP Syamsurizal.

Unit Gakkum Polair Polresta Barelang pun mengubah haluan menuju ke  kawasan wisata Ocarina untuk melakukan koordinasi evakuasi korban.  Namun saat tiba di Ocarina, para korban  terlihat di sekitaran perairan Ocarina.

Kanit Gakkum Polair Iptu Benny Syahrizal pun melakukan koordinasi dengan warga yang berada di Kampung Terih untuk membantu korban melalui saksi – saksi. “Sekitar pukul 17.00 WIB ketiga korban dapat ditemukan dan dievakuasi ke pantai Botania,” jelas AKP Syamsuriza.

Kapolresta Barelang AKBP Yos Guntur membenarkan adanya kejadian tersebut. Dia menghimbau kepada seluruh masyarakat, agar dalam situasi cuaca yang ekstrem seperti ini, untuk tidak melakukan aktivitas memancing dengan  peralatan yang tidak memiliki standar keamanan.

“Apalagi menggunakan rakit yang terbuat dari gabus seperti kejadian itu. Itu sangat berbahaya dan bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain,” ujar imbuh AKBP Yos Guntur. (ks14)

Editor : tedjo