Komisi II DPRD Karimun sidak ke Sistem Pengembangan Air Minum (SPAM) Santani, Senin (28/9/2020).

Keprisatu.com – Sistem Pengembangan Air Minum (SPAM) Ibukota Kecamatan Karimun Santani yang telah selesai dibangun pada 2018 lalu tak kunjung beroperasi menyalurkan air bersih di wilayah Karimun. Padahal SPAM ini direncanakan akan menyuplai kebutuhan air warga di sejumlah wilayah di Kecamatan Karimun.

Belum beroperasinya SPAM IKK itu disebut terkendala sejumlah fasilitas yang hingga saat ini belum dilengkapi dan masih menunggu persetujuan Pemerintah Pusat. Saat ini, kondisi SPAM justru mulai rusak, bangunan fisik seperti tangki penampung dan atap gedung tidak lagi dalam kondisi bagus akibat tidak pernah digunakan dan diterjang angin ribut.

Staf Bagian Teknik SPAM IKK Karimun Santani Gunawan menjelaskan, SPAM tersebut selesai dibangun tahun 2018, tapi belum bisa difungsikan karena ada beberapa penunjang yang masih kurang.

“Seperti mesin pompa yang terpasang hanya dua kali 25 liter per detik, sementara yang dibutuhkan adalah satu kali 50 liter per detik, karena pipa yang dibangun adalah untuk kapasitas 50 liter bukan 25 liter, sehingga jalannya air juga sangat kecil. Lalu dua unit pompa juga tidak mungkin digunakan secara bersamaan, karena akan ada yang disiagakan untuk menyiasati gangguan,” jelas Gunawan saat sidak Komisi II DPRD Kabupaten Karimun, Senin (28/9/2020) kemarin.

Dia mengatakan, pihaknya telah mencari solusi dalam penanganannya, salah satunya dengan mengajukan POMPA intek berkapasitas daya dorong 50 liter perdetik.

“Kendalanya tidak hanya pada mesin pompa, tapi juga belum adanya arus listrik. Sementara daya yang dibutuhkan adalah 197 KVA. Kita punya mesin genset yang dayanya hanya 100 KVA. Tapi tetap juga tak digunakan, karena kondisinya masih perlu dilengkapi,” katanya.

Ia mengatakan, kondisi itu tidak dapat dipaksakan untuk mensuplai air ke pelanggan di sejumlah kecamatan. Hal itu karena masih banyaknya kekurangan, sehingga tidak bisa dioperasionalkan.

“Masih ada kekurangan yang lain, yakni jaringan distribusi utama dari SPAM IKK Sentani Karimun ini ke bak penampungan di Bukit Tembak Kelurahan Sungai Pasir Kecamatan Meral. Masih kurang sekitar 120 meter pipa dengan diameter 12 inchi. Kalau seandainya pompa ditambah, lalu usulkan daya PLN, baru bisa beroperasi dan menambah suplay air bersih,” katanya.

Lanjut Gunawan, setidaknya pihaknya membutuhkan dana awal Rp600 juta untuk memulai pengoperasiannya. Angka itu jauh dari angka keseluruhan yang ditaksir mencapai miliaran.

“Kita sudah ajukan yang kecil-kecil dari APBD Kabupaten Karimun sekitar tiga bulan lalu. Kemudian untuk yang besar-besar sudah diajukan ke Kementerian PU di Jakarta, itu nilainya mencapai Rp12 Miliar,” katanya.

Hanya saja, Kementerian PU meminta agar segera dibuat DED oleh Pemkab Karimun untuk segera diproses. Sehingga pada anggaran perubahan tahun ini dapat segera dialokasikan dan terealisasi di awal tahun 2021 mendatang.

“Kalau ini terealisasi maka kita sudah ada dua SPAM, di Danau Bati yang melayani Kecamatan Tebing dan Kecamatan Karimun, dengan kapasitas pompa 65 liter per detik. Lalu Danau Sentani melayani Kecamatan Meral. Sementara ini satu danau melayani semua pelanggan di Pulau Karimun,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani mengatakan, kunjungannya ke SPAM IKK Sentani Karimun ini adalah dalam fungsi pengawasan, terhadap mitra kerja Komisi II.

“Jadi terhadap keluh kesah pelanggan yang ada, maka kami sikapi dengan langsung mengecek pokok permasalahannya di lapangan. Biasanya keluhan yang ada kami tampung dan dilaksanakan hearing, tapi kali ini kami ingin melihat langsung apa yang sebenarnya terjadi,” kata Nyimas Novi.

Ia mengatakan, walaupun terdapat kendala dalam suplai air bersih ini, diharapkan tidak ada penghentian pelayanan.

“Air ini penting sebagai sumber kehidupan. Kita juga mau menarik minat investor, tapi yang ditanyakan dulu para pengusaha pasti kebutuhan dasar, seperti air bersih dan sebagainya. Kalau ini macet, bagaimana kita mau menjual daerah, sehingga ini menjadi perhatian kami dari Komisi II di DPRD Kabupaten Karimun,” ujarnya. (KS 12)

Editor: zaki