Upacara PTDH Dua personel Kepolisian Lingga dilakukan secara In Absentia dengan membawa foto kedua personel yang diberhentikan.(Ist)

Keprisatu.com -Kasus penyalahgunaan narkoba, sangat berdampak bagik bagi yang bersangkutan, keluarga , bahkan bagi masa depan. Bahkan, tak jarang, siapaunyang terjerat kasus narkoba, bakal terancam kehidupan bahkan karir pekerjaan.

Seperti yang dialami dua dua oknum personel polisi di Lingga. Keduanya resmi diberhentikan secara tidak hormat karena telah terlibat tindak pidana penyalahgunaan narkoba.
Kapolres Lingga, AKBP Arief Robby Rachman, dalam upacara pemberhentian tidak homat (PTDH) di lapangan Apel Polres Lingga, Senin (8/2) menyebutkan, upacara tesebut menindak lanjuti Surat Keputusan Kapolda Kepri nomor Kep/479/XII/2020, tanggal 28 Desember 2020 tentang Pemberhentian tidak hormat (PTDH) terhadap 2 Personel Polres Lingga dengan Pangkat Bripka dan Brigadir.
Ia menyebutkan pemberhentian tidak hormat itu telah melalui proses cukup panjang. Kemudian hasil sidang Kode Etik Profesi Polri dengan Keputusan Pemberhentian tidak hormat(PTDH) karena yang bersangkutan telah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkoba.
Disatu sisi, menurut Arief Robby, pemberhentian secara tidak hormat ini peristiwa yang sangat memprihatinkan dan sebenarnya tidak perlu terjadi.
“Seandainya masing-masing anggota Polri mampu mengendalikan diri sebagai insan bhayangkara, abdi utama masyarakat sekaligus sebagai aparat penegak hukum yang menjadi tauladan bagi kesatuan, masyarakat dan keluarga,” ujarnya.
Arief Robby Rachman menyayangkan apa yang sudah dilakukan anggotanya tersebut. Namun demikian, dia m,enegaskan bahwa tidak ada pimpinan yang ingin kehilangan anggotanya, apalagi melalui Proses PTDH.
“Ini wajib dilakukan sebagai komitmen Pimpinan Polri, terhadap anggota yang melakukan tindak Pidana khususnya Penyalahgunaan Narkoba di internal Polri,” ujar AKBP Arief Robby Rachman.
Ia pun berharap, dengan kasus tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi semua personel kepolisian khususnya di Polres Lingga. Baik itu untuk tidak melakukan pelangaran hukum, pelangaran disiplin dan kode etik profesi Polri.
Upacara dilakukan secara In Absentia dengan membawa foto kedua personel yang diberhentikan. Upacara PTDH itu juga dilakukan tanpa simbolis penanggalan baju dinas kepolisian. Hal ini dikarenakan 2 personel yang diberhentikan tidak hadir. (KS03)
Editor : Joko