Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi.

Keprisatu.com – Hasil pemeriksaan swab terhadap santri salah satu Pondok Pesantren di Kecamatan Moro yang sebelumnya reaktif Rapid Test dinyatakan negatif Covid-19.

Kini, Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun mempersilahkan kembali sekolah -sekolah yang sebelumnya ditutup untuk dibuka kembali.

“Dari delapan santri (sebelumnya diberitakan 18) yang kami jadikan sampel sudah kami rapid antigen, hasilnya semuanya negatif Covid-19,” kata Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi, Rabu (10/2/2021).

Ia mengatakan, pihaknya hanya mengambil sampel 8 santri tersebut karena dinilai sudah mewakili secara keseluruhan. Para Santri itu juga baru reaktif dan belum terkonfirmasi poaitif.

“Delapan orang itu sudah lumayan banyak. Beda halnya kalau ada yang positif, baru semuanya kami cek, untuk menghemat juga,” ungkapnya.

Perihal sudah boleh atau tidaknya ponpes di Moro tersebut dibuka kembali, Rachmadi mengatakan itu sepenuhnya jadi kewenangan Dinas Pendidikan Karimun.

Rachmadi juga mengatakan, saat ini Kecamatan Moro dikatakannya masih status zona kuning Covid-19. Itu setelah ditemukan dua kasus positif Covid-19 sekitar seminggu lalu, di mana satu pasien dinyatakan meninggal dunia.

“Meninggal itu perempuan usia sekitar 59 tahun. Dia sebenarnya KTP Karimun tapi tinggal di Moro. Satu pasien positif lainnya anak yang meninggal itu, juga perempuan tapi kami sudah tracing yang kontak erat dan sudah tak ada lagi ditemukan,” kata Rachmadi.

Diberitakan sebelumnya, Disdik Karimun sempat menghentikan proses belajar tatap muka sekolah di Kecamatan Moro. Hal itu diketahui setelah belasan santri di salah satu ponpes di Moro hasil rapid test mereka reaktif Covid-19. (KS12)

Editor : Joko