Ekspose kasus pemalsuan surat resmi BP Batam di Polda Kepri

Keprisatu.com – Surat surat resmi dari BP Batam , diduga dipalsukan. Oknum tersangkanya memfotocopy kemudian mengedit surat-surat tersebut di kediamnnya.

Lalu surat-surat palsu tersebut, diberikan kepada kliennya. Saat ini polisi  masih menetapkan satu tersangka. Tidak menutup kemungkinan penyidikan ini akan terus berkembang dan akan menyeret tersangka lain.

Kasus yang berhasil diungkap Subdit II Ditreskrimum Polda Kepri dengan mengamankan seorang pelaku pemalsuan surat dan atau menempatkan keterangan palsu dalam Akta Otentik berinisial MR.

Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Kepri AKBP Imran mengatakan kronologi kejadian berawal pada Senin (8/2/2021) sekira pukul 12.35 WIB, Polda Kepri menerima laporan pengaduan dari pihak Direktorat Lahan BP Batam atas dugaan tindak pidana pemalsuan surat atas produk surat BP Batam.

“Selanjutnya Tim Subdit II Ditreskrimum Polda Kepri melakukan penyelidikan terhadap laporan tersebut dan diketahui bahwa telah terjadi dugaan tindak pidana pemalsuan surat dan atau menempatkan keterangan palsu dalam Akta Otentik terhadap produk surat atau dokumen BP Batam atas lahan yang dimiliki oleh korban inisial J ,”ujar Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Kepri AKBP Imran Rabu (10/2/2021)

Setelah itu tim melakukan penyelidikan dan pada pukul 14.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB tim penyidik Subdit II Dit Reskrimum Polda Kepri berhasil mengamankan Pelaku berinisial MR, adapun modus yang dilakukannya adalah dengan cara memalsukan surat perjanjian kerja, surat keputusan atau Skep Kepala BP Batam terkait pemberian alokasi lahan dan memalsukan Gambar Penetapan Lokasi atau PL.

“Barang Bukti antara lain yang disita dari Saksi berupa satu berkas Penetapan Lokasi (PL) BP Batam atas nama pelapor, satu berkas SPJ dan satu berkas Skep BP Batam kemudian yang Disita dari tersangka berupa satu unit Handphone,” katanya.

Kasubdit II Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Rama Pattara mengatakan dari hasil penyidikan yang dilakukan beberapa hari, untuk sementari ditemukan kejahatan dilakukan sendiri oleh tersangka MR.

“Surat-surat palsu tersebut diberikan kepada kliennya, jadi sementara ini masih satu tersangka dan tidak menutup kemungkinan penyidikan ini akan terus berkembang” pungkasnya. (KS15)

Editor : Joko