Beranda Batam Spider Challenge: Ajang Uji Kemampuan Atlet Jiujitsu se-Kepri

Spider Challenge: Ajang Uji Kemampuan Atlet Jiujitsu se-Kepri

Ketum KONI Kepri Usep RS bersama peserta Spider Challenge: Pertandingan Jiujitsu Antar Dojo se-Provinsi Kepri, Jumat (5/12) – Sabtu (6/12) di Mall Botania 2 Batam
Keprisatu.com – Spider Brazillian Jiujitsu (Spider BJJ) Batam menggelar Spider Challenge: Pertandingan Jiujitsu Antar Dojo se-Provinsi Kepri, Jumat (5/12) – Sabtu (6/12) di Mall Botania 2 Batam. Gelaran ini menjadi ruang pembuktian sekaligus tolok ukur kemampuan para atlet dari berbagai dojo di Kepri.

Atmosfer persaingan yang ketat mendorong setiap partisipan mengeluarkan teknik terbaik, sekaligus menjadi sarana evaluasi bagi para pelatih untuk melihat perkembangan teknik, mental bertanding, hingga strategi anak didiknya.

“Momen kali ini, kita sengaja mendatangkan pelatih, Black Belt BJJ dari Bali,” ujar Head Coach Spider BJJ Batam, Rozi Juhendra. Pada Jumat (5/12), para atlet mendapat kesempatan berlatih langsung dengan Prof Polandosjj, Black Belt BJJ yang dihadirkan khusus untuk mematangkan teknik-teknik Brazilian Jiu-Jitsu. Kehadiran pelatih profesional ini memberikan pengalaman berharga dan meningkatkan motivasi para atlet untuk terus berkembang.

Bertanding, terus bertanding. Perbanyak jam terbang—itulah yang harus dilakukan para atlet untuk mengukur sejauh mana perkembangan teknik yang ditempa selama latihan di dojo. Prestasi tidak lahir dari rutinitas semata, tetapi dari keberanian menguji diri di arena. Karena itu, kehadiran ajang seperti Spider Challenge menjadi penting sebagai wadah seluas-luasnya bagi atlet Jujitsu Kepri untuk membuktikan kemampuan dan memupuk mental juara.

“Kali ini, kita mempertandingkan kategori Jiujitsu, yang selama ini kita kenal juga dengan sebutan Newaza,” kata Rozi Juhendra, di hadapan Ketum KONI Provinsi Kepri Usep RS, dan tamu undangan lainnya saat pembukaan acara pertandingan, Sabtu (6/12) di Lantai 2 MB2. Pria yang akrab disapa Oji ini menjelaskan, Spider Challenge ini merupan event yang dibuat untuk memberikan kesepatan seluas-luasnya pada atlet Jujitsu Kepri untuk bertanding. “Kali ini, kita buat untuk satu kategori pertandingan, yaitu Jiujitsu, yang teman-teman Jujitsu selama ini juga menyebut dengan istilah Newaza,” ujar Oji.

Pada cabor jujitsu, jelas Oji, sebenarnya ada empat kelompok besar kategori pertandingan: Jiujitsu, Fighting System, Contact dan Show. “Pada kategori Jiujitsu, atlet tak dibolehkan memukul dan menendang. Lebih identik pada teknik-teknik Brazillian Jiujitsu,” jelasnya. Dengan alasan itu pula, sehari sebelum hari pertandingan, Spider BJJ Batam menggelar Coaching Clinic. “Semacam penyegaran, upgrade ilmu dan juga mengingatkan kembali aturan-aturan pertandingan,” ujar pria yang juga diamanahkan sebagai Ketua Pengurus Provinsi Jujitsu Indonesia Kepulauan Riau ini.

Sebagai Ketua Pengprov Jujitsu Kepri, Oji juga memotivasi pengurus perguruan, dojo maupun klub untuk aktif menggelar pertandingan serupa. “Silahkan teman-teman yang lain juga membuat event-event seperti ini. Selain event yang dimotori perguruan seperti ini, tentunya kami di jajaran pengurus provinsi, kota maupun kabupaten juga tetap membuat event kejuaraan,” ujarnya. Seperti yang pernah dilakukan Pengkot Jujitsu Batam pada event kejuaraan terbuka maupun multievent PORKOT V Batam, September 2025 lalu di One Batam Mall. “Pada 2026 nanti juga ada Porprov Kepri,” ujar Oji. Pada Porprov Kepri 2022 lalu, cabor Jujitsu sudah dipertandingkan.

Ketua Umum KONI Provinsi Kepri, Usep RS sangat mengapresiasi kejuaraan yang dimotori oleh Tim Spider Jujitsu Batam ini. “Ya, untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi, atlet harus banyak ikut pertandingan,” kata dia.

Kejuaraan-kejuaraan yang dibuat oleh perguruan, kata Usep, juga sama spiritnya dengan Kejurkot, Kejurprov atau kejuaraan-kejuaraan multievent. “Kita tahu, Spider Jujitsu salah satu perguruan di bawah naungan PBJI maupun Pengprov dan Pengkot. Tentunya ini juga linier ke KONI,” jelasnya.

Usep menyebut, sebagai pemegang komando di KONI Kepri saat ini, ia terus memonitor program-program yang dibuat oleh cabor-cabor anggota KONI. “Termasuk salah satunya jujitsu,” tegasnya.

Alasannya, kata Usep, Jujitsu Kepri telah berhasil meraih prestasi. “Kami tahu betul saat di awal-awal perjuangan, sahabat kami, Oji ini membawa tim-nya untuk berangkat ke PON Papua,” katanya. Pada saat itu, cabor Jujitsu masih masuk kategori ekshibisi. “Artinya, saat berangkat ke PON Papua, cabor jujitsu berangkat secara mandiri,” ujarnya.

Hasilnya, Jujitsu Kepri berhasil meraih dua medali perunggu. “Pembuktian kembali diperlihatkan pada PON Aceh-Sumut pada tahun 2024, atlet Jujitsu Kepri meraih satu perak dan satu perunggu,” ujar Usep. Atlet-atlet tersebut kini telah menjadi binaan KONI Kepri. “Mereka telah menerima bonus. Dan, Insya Allah juga akan rutin menerima uang pembinaan,” ujar Usep.

Selanjutnya Usep berpesan, Jujitsu Kepri terus bisa meningkatkan prestasi. Spider Challenge ini, kata Usep, bagian dari upaya untuk regenerasi atlet. “Terus semangat membuat kejuaraan-kejuaraan guna mencari bibit-bibit atlet,” pesannya.

Dwifung Wirajaya Saputra, Direktur Utama PT Bhakti Tidar Nusantara, salah satu undangan yang hadir sempat memberikan semangat kepada atlet-atlet yang akan bertanding. “Tidak ada prestasi tanpa pertandingan. Maka, perbanyak event-event seperti Spider Challenge ini. Agar atlet punya jam terbang,” ujar Dwifung. Sebagai penggiat kegiatan-kegiatan positif, Dwifung melihat prestasi Jujitsu Kepri selama ini sangat membanggakan. Bisa berprestasi di ajang nasional maupun internasional.

Sebagai pemegang komando perusahaan penyalur jasa pengamanan terbesar di Batam, Dwifung juga merasa bangga dan puas saat personilnya aktif dan wajib ikut pelatihan beladiri Jujitsu. “Apalagi banyak juga yang akhirnya berprestasi. Tentu kami sangat bangga dengan capaian ini semua,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof Rolly Polandosjj, Black Belt BJJ, sekaligus sebagai salah satu founder ISJ dan Spider BJJ Indonesia, mengaku senang dan bangga melihat perkembangan Jiujitsu di Kepri, khususnya Batam. “Tidak hanya berkembang secara kualitas di segi prestasi, tapi Jujitsu di Kepri ini juga berkembang luas secara jumlah praktisi dan dojo,” ujarnya. Hasil dari pelatihan yang dilanjutkan dengan agenda pertandingan, Polandos menyimpulkan, atlet-atlet Jujitsu Kepri bisa berprestasi di ajang nasional dan internasional.

Ketua Panitia, Elminaliya Sandra mengucapkan selamat kepada pemenang. Terus berprestasi demi mengharumkan daerah dan negara. Untuk diketahui, kejuaraan ini diikuti oleh lebih dari sepuluh dojo yang ada di Batam, Tanjungpinang, Bintan dan Lingga. Lebih dari 90 atlet berebut untuk menjadi yang terbaik. Atlet yang ikut tercatat dari usia dini, pemula hingga atlet-atlet senior.

Ketatnya persaingan pada ajang ini terbukti dari ikutnya atlet yang sudah berprestasi di PON XXI/2024, seperti Tomi Riono, peraih medali Perunggu Fighting System -77 Kg Putra. Kali ini, Tomi bertanding di Jiujitsu -77 Kg Putra.

Tata, peraih medali PON Beladiri di Kudus. Ada juga Kenzie Aryasatya Ayazi, atlet remaja yang sudah bertanding di Kejuaraan Dunia Jujitsu 2025 Thailand, yang juga semangat bertanding di Spider Challenge ini untuk membuktikan diri masih menjadi terbaik di daerahnya. Nah, tak kalah seru, atlet-atlet profesional MMA yang juga masih aktif menjadi fighter One Pride MMA, ikut bertanding pada Spider Challenge ini, seperti Ronal dan M Daffa (lis)

Galeri Kegiatan