Sejumlah warga yang menyaksikan kejadian memberikan keterangan bahwa truk melaju sangat cepat dari arah Sekupang. Menurut saksi mata, “Truknya langsung menabrak mobil dan motor di depan. Sopirnya kabur, lari selamatkan diri.” Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa kelalaian pengemudi menjadi faktor utama dalam kecelakaan tersebut.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas sopir dan kronologi lengkap kejadian. Warga sekitar berharap agar pelaku segera ditangkap dan bertanggung jawab atas insiden yang merenggut nyawa tersebut.
“Suami dan istrinya kami duga sudah meninggal, anaknya selamat,” kata Anhar.
Selain mobil tersebut, truk juga menabrak tiga sepeda motor yang tengah berhenti di lampu merah. “Satu pengendara Mio dan satu pengendara Shogun meninggal dunia, sementara pengendara Vario merah berhasil selamat,” ucapnya.
Salma saksi lain yang berjualan kopi di tepi jalan Tiban Indah, mengatakan truk melaju tanpa mengurangi kecepatan saat masuk jalur lambat menuju Tiban Center. Setelah menabrak median jalan, sopir meloncat keluar dari kabin dan kabur, sementara truk terus melaju dan menghantam kendaraan di depannya.
Suasana simpang Vitka pun berubah kacau. Warga berlarian membantu korban, sementara teriakan anak kecil dari dalam mobil Wuling terdengar pilu. “Ramai sekali orang teriak-teriak,” ucap Salma.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Posisi mobil Wuling yang tertindih badan truk menyulitkan petugas untuk mengeluarkan korban. Tiga unit crane didatangkan untuk mengangkat truk tersebut. Evakuasi memakan waktu lebih dari satu setengah jam.
“Ada gangguan karena banyak warga yang menonton, tapi petugas tetap fokus. Kami sempat minta warga memberi ruang,” kata Budi, petugas Damkar yang ikut evakuasi.
Saat berhasil dievakuasi, sopir mobil Wuling ditemukan sudah tak bernyawa. “Kami datang dan korban sudah meninggal dunia. Posisi korban terjepit di kursi pengemudi,” ujarnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam, Azman, membenarkan satu korban tewas di dalam mobil itu.
Kasubdit I Satlantas Polresta Barelang, Iptu Andika, mengatakan, masih mengumpulkan data korban dan memeriksa sejumlah saksi. “Kami masih selidiki kronologi lengkap dan jumlah korban,” katanya. (*)
Sumber batampos.co.id




