Keprisatu.com – Putusan pemerintah dalam hal ini Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI yang menolak keberadaan Partai Demokrat versi Konggres Luar Biasa (KLB) dengan Ketua Umum Moeldoko, disambut suka cita oleh segenap kader dan simpatisan Partai Demokrat Kota Batam.

Kader senior Partai Demokrat Kota Batam, Helmy Hemilton sejak awal sudah yakin Demokrat versi KLB Moeldoko ini ditolak pemerintah karena bertentangan dengan AD/ ART Partai Demokrat tahun 2020. Itu sebabnya, Partai Demokrat Kota Batam tetap solid bersama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

Helmy Hemilton

“Kami bersukacita dan bersyukur atas putusan pemerintah menolak KLB abal-abal. Karenanya, kami berencana menggelar acara syukuran dalam waktu dekat ini. Mungkin dikemas dalam buka puasa bersama anak yatim atau apa, kami rapatkan lagi dengan Ketua DPC,” ungkap Wakil Ketua I DPC Partai Demokrat Kota Batam, Helmy Hemilton kepada wartawan di Sukajadi, Jumat (2/4/2021).

Helmy mengaku jauh-jauh hari sudah memprediksi kalau Kemenkumham akan menolak Demorat versi Moldoko. Pasalnya, kata mantan Wakil Ketua DPRD Batam ini, KLB tersebut tidak memiliki klausul yang jelas, alias semua aturan AD/ ART Partai Demokrat dilanggar.

“Yang hadir abal-abal, ada mantan pengurus, ada yang sudah pindah partai, keterwakilan pengurus provinsi, kabupaten/ kota jauh dari terpenuhi, begitu juga syarat lainnya. Mereka pakai AD/ ART tahun 2015 mana bisa. Karena AD/ ART tersebut sudah diperbaharui didaftarkan ke pemerintah. Lihat dong syarat kongres apa sesuai AD/ ART. Mana bisa main tabrak,” ungkap Helmy.

Bagi Helmy dan pengurus DPC Partai Demokrat Kota Batam, sama sekali tak pernah terpengaruh oleh KLB, karena mereka solid di bawah kepemimpinan Ketua Umum AHY. Ini bisa dibuktikan tidak satupun pengurus atau kader dari Kota Batam yang hadir di KLB di Sibolangit, Medan.

“Kami semua solid mendukung Ketum kita AHY, Ketum yang sah sesuai konstitusi,” tegasnya.

Di Kepri sendiri, kata Helmy, hanya Ketua DPD Provinsi Kepri dan Ketua DPC Karimun yang melakukan pembangkangan dengan mengikuti KLB di Medan. Konsekwensinya, keduanya sudah diberikan sanksi pemberhentian dari jabatannya.

Bahkan menurutnya, dengan adanya KLB yang digulirkan Moldoko, membuat mereka semakin solid dan lebih mawas diri sekaligus menjadi momentum menguji kesetiaan setiap kader di bawah kepemimpinan AHY.

“Ini juga menjadi momentum untuk berjuang secara maksimal untuk kembali meraih kemenangan di Pemilu 2024 mendatang. Ayo kader Demokrat bangkit dan bersatu, kita raih kembali kejayaan Demokrat dulu pernah pemenang pemilu,” ajak Helmy.(ks03)

Editor: tedjo