Keprisatu.com – Pemandian Air Panas yang ada di Desa Berindat, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, adalah salah satu tujuan wisata yang sangat menarik minat baik domestik maupun mancanegara.

Kali ini, dosela kunjungannya ke Lingga dalam masa kampanye dialogis, Soerya Respationo, Calon Gubernur Kepri Nomor urut 1 mencoba menikmati pesona pemandian tersebut.

Untuk mencapai lokasi pemandian yang memiliki ukuran kurang lebih 40 x 60 meter persegi dan berjarak 3-4 kilometer dari pusat kota. Saat tiba disana pengunjung bakal disuguhkan dengan pemandangan alam yang menarik serta banyaknya perkebunan karet disisi kiri dan kanan.

Terlihat ada empat kolam yang memiliki suhu yang berbeda-beda. Mulai dari suhu rendah, sedang dan tinggi serta kolam khusus anak-anak yang tidak panas.

Air panas di pulau yang pernah menjadi daerah penghasil timah terbesar di Kepri pada masa lampau ini, diketahui bersumber dari mata air belerang asli . Mata air ini dipercaya dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengobati berbagai jenis penyakit kulit.

Selain itu, kandungan dari belerang alami yang terdapat di kolam air panas ini juga dapat untuk merefleksi diri. Sebab letaknya di bawah rerimbunan pohon yang rindang serta alami membuat para pengunjung menjadi lebih nyaman berada di tempat ini.

Dalam kunjungannya, Calon Gubernur Kepri HM Soerya Respationo menikmati kesegaran disana bersama Widiastadi Nugroho dan tim SInergi.

Tak menunggu lama , Soerya langsung menjajal pemandian Air Panas tersebut. Meski dengan hanya merendamkan kaki selama 30 menit, ekspresi kesegaran langsung terpancar dari wajah Bapaknya Wong Cilik ini.

“Hangat airnya Romo. Tapi khasiatnya juga bagus untuk kesehatan. Karena bersumber dari mata air belerang asli,” jelas Rusmaidi Melong, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Hutan Tahfidz Halimatussa’diyah saat menemani rombongan, Jumat silam.

Pihaknya pun menegaskan, setiap musim libur dan akhir pekan banyak dari masyarakat memanfaatkan Pemandian Air Panas ini.

Berdasarkan pantauan dilokasi, di Pemandian Air Panas ini sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang terbilang cukup memadai.

Mulai dari pondok bambu yang digunakan untuk beristirahat, tempat ibadah hingga kantin yang menawarkan berbagai jenis makanan hingga cemilan selama di lokasi. Umtuk masuk ke area lokasi ini, setiap pengunjung diwajibkan membayar Rp 5.000 per orang. (tedjo)