Nongsa Digital Park, salah satu investasi Singapura di Kepri.
Perjanjian baru terkait investasi antara Indonesia dan Singapura. (Foto: Kemenlu RI)

Keprisatu.com – Indonesia dan Singapura meneken kelanjutan perjanjian investasi bilateral (bilateral investment treaty/BIT) untuk meningkatkan investasi kedua negara. Salah satunya, investasi Singapura yang sudah berjalan di Pulau Batam, yaitu di Nongsa Digital Park senilai Rp16 triliun.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan kerja sama itu akan menjadi angin segar bagi kedua negara di tengah pandemi.

“Ini berpotensi meningkatkan investasi dua arah berkisar antara 18 – 22 persen untuk 5 tahun ke depan. Sambil memanfaatkan investasi senilai sekitar US$200 miliar per tahun pada tahun 2030 di wilayah ini,” katanya dalam pertukaran Instrument of Ratification (IOR) BIT RI – Singapura pada Selasa (9/3/2021).

Perjanjian investasi ini telah pemerintah Indonesia kaji selama beberapa tahun dan akan menjadi model dalam membentuk perjanjian dua negara. Pasalnya, perjanjian ini mengutamakan prinsip perlindungan hukum bagi investor Indonesia dan Singapura. Kemudian ada keseimbangan solusi win-win bagi kedua belah pihak.

“BIT ini mencerminkan komitmen kuat Indonesia dan Singapura terhadap kerja sama ekonomi yang terbuka dan adil. Juga menandakan kembalinya harapan dan optimisme dalam mengeksplorasi lebih jauh peluang bisnis yang menguntungkan bagi kita semua,” ujarnya.

Mengutip laman bisnis.com, dalam kesempatan itu, Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Chan Chun Sing mengatakan Indonesia terus menjadi destinasi investasi yang menarik bagi Singapura.

“Kami sedang mengeksplor pengembangan infrastruktur lainnya, termasuk pengembangan Kawasan Industri Kendal yang akan meningkatkan konektivitas logistik dan infrastruktur di wilayah tersebut, membuatnya menarik untuk berinvestasi,” katanya.

Chan Chun Sing menyebutkan beberapa proyek investasi Singapura yang telah berjalan. Di antaranya Kawasan Industri Kendal pada 2016 senilai US$1,37 miliar. Kemudian Nongsa Digital Park di Kepulauan Riau pada 2018 senilai Rp16 triliun.

BACA BERITA LAIN:

Gerak Cepat Gubernur Ansar, Resmikan 4 Titik Lagi Labuh Jangkar

Dua Kawasan Wisata di Kepri Bakal Buka untuk Turis

Urus Izin Tidak Serumit Dulu 

Dalam pada itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia optimistis investasi kedua negara akan meningkat setelah rilis aturan kemudahan investasi melalui UU Cipta Kerja. “Untuk mengurus izin tidak serumit dulu, termasuk tax allowance, tax holiday semua terpusat prosesnya di BKPM. Ini semata-mata untuk mempermudah agar investor cepat merealisasikan investasinya,” katanya.

Berdasarkan data BKPM, realisasi investasi Singapura di Indonesia pada kurun waktu 5 tahun sejak 2016 – 2020 kurang lebih mencapai US$43,2 miliar. Pada 2020, investasi Singapura mencapai US$9,8 miliar, naik 50,77 persen dibandingkan pada 2019. (ks04)