Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD.

Keprisatu.com – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD meyakini Indonesia pada bulan September besok sudah masuk jurang resesi.

“Bulan depan besok hampir dapat dipastikan 99,9% akan terjadi resesi ekonomi di Indonesia,” tuturnya saat memberi sambutan dalam acara temu seniman dan budayawan Yogya di Warung Bu Ageng, Jalan Tirtodipuran, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, seperti dikutip Keprisatu dari Youtube, Minggu (30/8/2020).

Kendati demikian, Mahfud meminta kepada publik untuk tidak tidak panik. Sebab, resesi merupakan istilah teknis di mana pertumbuhan ekonomi minus selama dua kuartal berturut-turut.

“Resesi itu bukan krisis. Beda resesi dengan krisis. Karena kita di Indonesia itu punya bahan-bahan lokal, ekonomi rakyat kalau itu bisa digunakan, dinormalkan lagi kehidupan ekonomi rakyat maka resesi yang pasti terjadi itu tidak akan menimbulkan krisis,” ujar Mahfud.

Seperti diketahui, Indonesia akan jatuh ke jurang resesi setelah pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 minus 5,32%. Oleh karena itu, dalam berbagai kesempatan, pemerintah menekankan akan berusaha agar tidak jatuh ke jurang resesi alias pertumbuhan ekonomi tidak minus di kuartal III-2020.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan tetap ada downside risk pertumbuhan ekonomi di kuartal III 2020.

“Kuartal III outlook-nya antara 0% hingga negatif 2%,” kata Sri Mulyani.

Dengan demikian, perekonomian Indonesia sepanjang 2020 diproyeksi akan berada di kisaran minus 1,1% hingga positif 0,2%. Sri Mulyani bilang ada dua kunci utama yang mampu menyelamatkan ekonomi tanah air dari jurang resesi. Kedua kunci itu adalah konsumsi rumah tangga dan investasi. (KS 04)