Paslon Iskandarsyah dan Anwar Abubakar  .

Keprisatu.com – Sangketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Karimun tahun 2020 terus berlanjut di Mahkamah Konstitusi (MK).

Sejak sidang perdana 5 Februari lalu, MK telah mendengarkan sejumlah keterangan dari pihak-pihak terkait seperti pihak pemohon dalam hal ini Kubu Pasangan Calon Iskandarsyah- Anwar Abubakar, Termohon KPU Kabupaten Karimun dan Pasangan Calon Bupati Karimun Aunur Rafiq- Anwar Hasyim.

Terhadap perkara yang diajukan oleh pihak pemohon dari Kubu Bersinar, saat ini terus dilanjutkan ke tahapan pembuktian.

Hal itu setelah MK kembali tidak mengagendakan pembacaan putusan sela hingga hari ketiga atau terakhir, Rabu (17/2/2021).

Dengan tidak adanya putusan sela dari Hakim MK, artinya sidang gugatan yang dimohonkan kubu pasangan calon Bersinar akan diproses hingga ke sidang pokok pembuktian.

Kabar sidang gugatan Pilkada Karimun 2020 lanjut ke sidang materil atau pembuktian dibenarkan Ketua KPU Karimun, Eko Purwandoko. Itu setelah pihaknya tidak mendapatkan jadwal pembacaan putusan sela MK pada hari ketiga atau terakhir, Rabu pagi.

“Sepertinya lanjut, sampai hari ini, kami tidak mendapati ada pembacaan putusan sela dari MK. Biasanya kalau tidak ada putusan sela berarti lanjut ke sidang pokok,” ujar Eko Purwandoko, Rabu (17/2/2021).

Eko mengaku tidak kecewa Mahkamah Konstitusi tidak menggelar putusan sela untuk sidang gugatan Pilkada Karimun. Menurutnya, syarat formil untuk digelarnya sidang gugatan Pilkada Karimun secara keseluruhan telah terpenuhi.

“Tidak kecewa karena syarat formilnya sudah terpenuhi seperti waktu pengajuan ke MK tidak melewati batas, kemudian selisih perolehan suara di bawah 2 persen. Biasanya MK nolak itu kebanyakan karena waktu pengajuan sudah lewat dan selisih perolehan suara di atas 2 persen. Jadi kalau ditanya apakah kami kecewa, tidak,” ujar Eko.

Dijadwalkan, sidang pembuktian dikabarkan akan digelar pada Jumat (19/2/2021) besok oleh MK. Namun begitu belum diperoleh jadwal pasti sidang pembuktian gugatan Pilkada Karimun 2020 tersebut.

“Sidang pembuktian dimulai tanggal 19 Februari, cuma kami belum dapat jadwal pastinya itu kapan,” ujar Eko.

Pihaknya mengaku selalu siap menghadapi sidang pembuktian gugatan Pilkada Karimun 2020 di MK.

Eko menyebut sidang pembuktian adalah sidang yang sebenarnya apakah dalil-dalil pemohon dapat dibuktikan.

“Sidang pokok ini baru sidang yang sebenarnya, yang kemarin itu cuma formil saja atau administrasi. MK menyidang soal sengketa hasil Pilkada bukan proses, kalau prosesnya sudah di Bawaslu,” kata Eko.

(KS12)

Editor : Joko