Keprisatu.com – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Kepulauan Riau kembali menggelar Seminar dan Uji Kompetensi Lisensi Olahraga Nasional di Batam, dengan menghadirkan pemateri dari IMI Pusat berlangsung di Maxone Hotel batam, Tanggal 29 – 30 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang otomotif, khususnya roda dua dan roda empat.
Salah satu pemateri, Dharma Srada selaku Ketua Komisi Dragrace IMI Pusat, menyampaikan bahwa IMI Pusat memberikan keleluasaan kepada setiap provinsi untuk mengajukan pelaksanaan seminar dan uji kompetensi di daerah masing-masing.
“IMI Pusat memberikan keleluasaan kepada IMI provinsi yang ingin menyelenggarakan seminar dan uji kompetensi. Kebetulan hari ini dilaksanakan di Batam oleh IMI Kepri untuk roda dua dan roda empat, khususnya dragrace,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan ini dirinya tidak hanya sebagai pemateri, tetapi juga turut menjadi penguji bagi para peserta yang mengikuti uji kompetensi lisensi.
Peserta yang hadir pun cukup beragam. Tidak hanya berasal dari wilayah Kepulauan Riau, tetapi juga dari beberapa daerah lain, meski mayoritas tetap didominasi peserta lokal.
“Pesertanya cukup variatif, ada dari Kepri dan juga dari luar daerah. Ada yang memang bagian dari pengurus, ada juga individu yang sering terlibat dalam event, baik sebagai official maupun membantu penyelenggaraan,” jelasnya.
Dharma Srada menambahkan, proses penilaian dalam uji kompetensi dilakukan secara objektif berdasarkan kemampuan peserta. Bagi peserta baru yang lulus, akan diberikan lisensi dasar.
“Kalau yang baru dan nilainya mencukupi, Insyaallah akan mendapatkan lisensi B. Tapi untuk yang sudah punya lisensi lama, meskipun ujiannya bagus, tetap bisa diberikan grade B lagi jika masa berlakunya sudah lama tidak aktif,” terangnya.
Menurutnya, hal tersebut dilakukan karena kompetensi harus terus diperbarui, terutama bagi mereka yang sudah lama tidak terlibat langsung dalam kegiatan balap.
Ia juga menyinggung adanya pembaruan regulasi dalam dunia balap nasional, khususnya pada sistem perlombaan di kejuaraan nasional yang kini mulai menerapkan sistem head to head.
“Sekarang ada perubahan regulasi, terutama sistem lomba di kelas Kejurnas yang menggunakan sistem head to head. Ini penting dipahami peserta agar tidak ketinggalan perkembangan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dharma Srada menegaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini bukan semata-mata untuk mendapatkan lisensi, tetapi juga memperkaya pengetahuan dan pengalaman peserta.
Ia juga mengingatkan bahwa menjadi official dalam olahraga otomotif bukan hal yang mudah dan tidak bisa dianggap sepele. Dibutuhkan kesiapan mental, pengetahuan, serta pengalaman yang memadai.
“Ini bukan pekerjaan yang bisa digampangkan. Kalau ingin kompeten, harus tanya ke diri sendiri, sudah siap atau belum. Karena di lapangan banyak situasi yang harus dihadapi,” pungkasnya.
Pemateroi berikutnya Ahmad Akromussyuhada yang merupakan Anggota Komisi Safety IMI Pusat turut memberikan materi terkait aspek keselamatan dalam olahraga otomotif. Ia mengingatkan bahwa safety menjadi hal utama yang tidak bisa ditawar dalam setiap penyelenggaraan lomba.
Ahmad menjelaskan berbagai standar keselamatan yang harus dipenuhi, mulai dari perlengkapan pembalap, kesiapan lintasan, hingga prosedur penanganan darurat. Hal ini penting untuk meminimalisir risiko kecelakaan di arena balap.
Peserta seminar tampak aktif mengikuti sesi demi sesi, termasuk saat diskusi dan tanya jawab. Banyak pertanyaan yang diajukan terkait praktik di lapangan serta tantangan dalam penyelenggaraan event otomotif di daerah.
Ketua Harian IMI Kepri, Willy Otra Bismarck, menyampaikan apresiasi atas kehadiran pemateri dari IMI Pusat. Ia menilai kegiatan ini sangat strategis dalam meningkatkan kualitas SDM otomotif di Kepri.
“Melalui seminar ini, kami berharap seluruh peserta benar-benar memahami standar dan aturan yang berlaku, sehingga ke depan penyelenggaraan event di Kepri bisa semakin profesional dan berkualitas,” ujar Willy.
Ia juga berharap para peserta tidak hanya mengikuti kegiatan ini secara formalitas, tetapi mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat di lapangan. Menurutnya, kompetensi menjadi kunci utama dalam memajukan olahraga otomotif daerah.
Dengan adanya seminar ini, IMI Kepri optimistis dapat melahirkan lebih banyak tenaga profesional yang siap mendukung perkembangan olahraga otomotif, sekaligus meningkatkan citra Kepri sebagai daerah yang mampu menyelenggarakan event balap secara aman dan berstandar nasional. (ks03)