Oleh: T. Jayadi Noer
Pemerhati sosial

TRAH dinasti politik di Provinsi Kepri hari-hari belakangan ini kerap menjadi perbincangan masyarakat di berbagai tempat, terutama kedai kopi. Bagi pemilik kedai kopi, dinasti politik itu tentulah menjadi berkah. Sebab, kedai mereka jadi makin riuh dan berujung pada lonjakan omset.

Tapi, tidak demikian bagi para politisi. Terutama, politisi yang membangun karir politiknya dari bawah, mengikuti mekanisme partai. Apalagi, bagi masyarakat Kepri, kemunculan dinasti politik itu sudah pasti akan mengubur harapan mereka melihat kemunculan putra-putri terbaik Kepri di panggung politik pemilihan kepala daerah.

Harapan masyarakat Kepri itu jadi sebatas mimpi kosong belaka. Entah berapa puluh tahun lagi mereka akan dapat menyaksikan harapan mereka itu menjadi nyata. Apalagi, bagi para politisi muda yang tak memiliki ‘darah biru trah penguasa’. Sabar-sabarlah dulu, entah sampai kapan.

Dinasti politik yang paling menarik perhatian publik di Kepri saat ini adalah yang sedang dibangun oleh Muhammad Rudi, Walikota Batam merangkap Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam. Selain menduduki dua kursi jabatan strategis itu, Muhammad Rudi juga memiliki jabatan politis yang juga sangat strategis, Ketua Partai NasDem (Nasional Demokrat) Provinsi
Kepri.

Dengan semua jabatannya itu, kini Muhammad Rudi telah berhasil mengusung istrinya, Marlin Agustina untuk duduk sebagai calon Wakil Gubernur Provinsi Kepri, berpasangan dengan Ansar Ahmad. Setelah mengantongi surat rekomendasi dukungan dari Partai Golkar dan Partai Nasdem, maka lengkap sudah syarat dan rukun Ansar-Marlin untuk mendaftar sebagai
kandidat orang nomor satu dan dua di Provinsi Kepri.

Sementara itu, Muhammad Rudi sendiri, telah memutuskan untuk maju dalam pemilihan Walikota Batam, berpasangan dengan wakilnya sekarang, Amsakar Achmad. Pasangan petahana yang
diprediksi bakal menang mudah itu, telah mendapat dukungan politik dari Partai Nasdem, Partai Golkar, PKS dan beberapa partai lain.

Maka, jika ikhtiar politik Muhammad Rudi itu berjalan mulus, maka pada 2021 mendatang, Marlin Agustin akan duduk sebagai Wakil Gubernur Kepri sedangkan suaminya, Muhammad Rudi
sebagai Walikota Batam merangkap Kepala BP Batam.

Kemudian, dinasti politik lain yang juga kerap jadi perbincangan publik adalah yang sedang dibangun oleh Ansar Ahmad, anggota DPR RI dari Partai Golkar yang terpilih dari daerah pemilihan Provinsi Kepri. Ansar juga berhasil mendudukkan anaknya, Roby Kurniawan Ansar sebagai calon Bupati Bintan, berpasangan dengan Apri Sujadi, Bupati Bintan.

Pasangan Apri-Roby ini sudah mengantongi rekomendasi dukungan politik dari Partai Demokrat, Partai Golkar, PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) dan beberapa partai politik lain. Maka lengkaplah sudah syarat dan rukun Apri-Roby untuk mendaftar sebagai kandidat orang nomor satu dan dua di Kabupaten Bintan.

Sedangkan Ansar Ahmad sendiri akan bertarung melawan pasangan Isdianto-Suryani dan Soerya Respationo-Iman Setiawan memperebutkan posisi jabatan Gubernur Provinsi Kepri. Jika ikhtiar politik Ansar Ahmad yang baru saja mendapat amanah dari masyarakat Kepri untuk duduk sebagai wakil mereka di DPR RI itu berhasil, maka pada 2021 mendatang, Ansar Ahmad
akan duduk di kursi Gubernur Kepri, dan anaknya di kursi Wakil Bupati Bintan. Sedangkan istri Ansar, Dewi Kumala Sari duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepri.

Selain itu, dinasti politik juga sedang dibangun oleh Alias Wello, Bupati Lingga. Politisi yang akrab disapa Awe itu telah berhasil mendudukkan anaknya, Neko Wesha Pawelloy menjadi calon Wakil Bupati Lingga, berpasangan dengan Muhammad Nizar, Wakil Bupati Lingga saat ini.

Pasangan Muhammad Nizar-Neko Wesha Pawelloy ini telah mengantongi rekomendasi dukungan politik dari Partai Nasdem. Di Kabupaten Lingga, Partai Nasdem adalah satu-satunya partai
politik yang bisa mengusung calon Bupati-Wakil Bupati tanpa koalisi dengan partai lain. Meski demikian, pasangan ini juga telah mendapat dukungan dari partai lain, PPP.

Saat ini, selain menjabat sebagai Wakil Bupati Lingga, Muhammad Nizar juga menjabat sebagai Ketua Partai Nasdem Kabupaten Lingga. Sedangkan Neko Wesha Pawelloy adalah Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Kabupaten Lingga.

Sedangkan Alias Wello sendiri sudah mendapat rekomendasi politik untuk merebut kursi Bupati Bintan berpasangan dengan Dalmasyri Syam, Wakil Bupati Bintan saat ini. Jika ikhtiar
politik Alias Wello itu berjalan mulus, maka pada tahun 2021 mendatang, Alias Wello akan duduk di kursi Bupati Bintan, dan anaknya Neko Wesha Pawelloy di kursi Wakil Bupati
Lingga.

Ternyata, di balik tawa bersama antar sesama politisi yang tengah bersemangat membangun trah dinasti politik itu, diam-diam menghidupkan api perang dingin. Setidaknya, perang
dingin antara Rudi dan Ansar.

Bagaimana tidak, saat Muhammad Rudi memberikan dukungan poltiknya untuk Alias Wello-Dalmasri Syam, itu artinya Rudi telah memberi ‘amunisi’ untuk ‘menenggelamkan’ mimpi anak
Ansar Ahmad sebagai Wakil Bupati Bintan. Padahal, Rudi juga telah ‘mempercayakan’ istrinya berpasangan dengan Ansar meraih kursi Gubernur-Wakil Gubernur Kepri.

Di sinilah menariknya pembahasan di kedai-kedai kopi. Apakah Ansar akan sungguh-sungguh mengantarkan istri Rudi menjadi orang nomor dua di Kepri? Atau, justru Ansar akan all out mengantarkan ‘putra mahkotanya’ menjadi orang nomor dua di Kabupaten Bintan?

Jika Ansar berjuang habis-habisan melawan Isdianto-Suryani dan Soerya Respationo-Iman Setiawan, dan menang. Maka, sejatinya, Rudi-lah yang menang banyak.

Tapi, apakah impian para politisi hebat Kepri itu benar-benar akan menjadi kenyataan? Biarlah waktu dan hati rakyat Kepri yang akan menjawabnya. Apakah hati rakyat Kepri sejalan
seirama dengan impian suburnya dinasti politik itu atau justru sebaliknya? Wallahua’lam. ***