Achmad Yurianto

Keprisatu.com – Kebijakan pemerintah yang mulai melonggarkan masyarakat beraktivitas di luar, bisa jadi berdampak pada lonjakan kasus positif corona virus disease 2019 (covid-19). Pemerintah mengumumkan tambahan data kasus baru covid-19 di Indonesia, sebanyak 693 kasus pada Rabu (20/5/2020).

Kasus baru covid-19 tersebut, menjadi rekor tertinggi sejak pengumuman kasus positif pertama dan kedua di Indonesia pada 2 Maret lalu.

“Ada 693 orang yang terinfeksi dari pencatatan laboratorium hari ini. Total pasien positif menjadi 19.189 kasus (sebelumnya 18.496),” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam konfrensi pers di Graha BNPB, Rabu (20/5/2020).

Merujuk pada laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, kenaikan tertinggi sempat terjadi juga pada Rabu pekan lalu (13/5/2020) mencapai 689 kasus, kemudian turun menjadi 529 kasus pada hari berikutnya.

Setelah itu, kurva melandai sedikit hingga pada akhirnya melonjak kembali Rabu (20/5/2020). Seperti diketahui, tanggal 14 Mei kasus baru covid-19 bertambah 568 kasus, kemudian 15 Mei turun 490 kasus, 16 Mei naik lagi 529 kasus, 17 Mei turun 489 kasus, 18 Mei naik sedikit menjadi 496 kasus, dan terakhir 19 Mei turun 486 kasus.

Hasil pemeriksaan Rabu (20/5/2020), kata Yuri, didapat setelah seluruh laboratorium di seluruh Indonesia melakukan pengujian terhadap 211.883 spesimen melalui pengujian real time polymerase chain reaction (PCR) ataupun test cepat molekuler (TCM).

Yuri pun menjelaskan, kini sudah terdapat 391 Kabupaten/ Kota dan 34 Provinsi yang terdampak Covid-19 di seluruh Indonesia.

Berdasarkan pada laporan media harian Covid-19 pada 20 Mei 2020, penambahan kasus terbanyak terjadi di wilayah Provinsi Jawa Barat, yakni sebanyak 176 kasus. Kemudian, lonjakan juga kembali terjadi di Jawa Timur, sebanyak 119 kasus, dan juga DKI Jakarta sebanyak 81 Kasus, dan lainnya.

Sementara, wilayah yang tidak terjadi penambahan kasus pada hari ini adalah Aceh, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo.

Saat ini sedang bersiap menjalankan new normal atau kenormalan baru di tengah pandemi covid-19. Bahkan,
Presiden Jokowi mengakui tengah mempersiapkan skenario pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB), dalam menekan penyebaran covid-19. Pelonggaran PSBB akan diputuskan setelah mempelajari fakta dan data yang ada di lapangan.

“Yang kami siapkan baru rencana atau skenario pelonggaran yang akan diputuskan setelah waktu yang tepat dan melihat fakta, data-data di lapangan. Biar semua jelas. Kami harus hati-hati, jangan keliru kami memutuskan,” ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 melalui siaran akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (18/5/2020) lalu.

Meskipun demikian, Jokowi menegaskan hingga saat ini belum ada keputusan untuk melonggarkan pelaksanan PSBB. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu khawatir, masyarakat keliru memahami wacana pelonggaran PSBB. (*)