Air hujan meluap hingg ke jalan Berbek – Nganjuk Sumber Windu

Keprisatu.com – Tim gabungan masih melakukan pencarian 10 warga yang tertimbun di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.  Peristiwa ini terjadi, salah satunya dipicu oleh intensitas hujan sedang hingga tinggi, pada Ahad (14/2) pukul 18.30 WIB.

“Tim gabungan dari sejumlah unsur melakukan pencarian warga yang masih dinyatakan hilang,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Selasa (16/2).

Dalam mendukung pencarian korban hilang, dia menambahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengerahkan lima alat berat. Berdasarkan hasil evaluasi, tim gabungan akan memanfaatkan alat berat yang terbagi ke dalam tiga sektor pencarian.

Sementara itu berdasarkan data dari Pusat Pengendali Operasi BPBD Kabupaten Nganjuk per Senin (15/2), pukul 20.00 WIB, melaporkan bahwa sembilan warga telah ditemukan dengan kondisi meninggal dunia, sedangkan total korban yang mengalami luka-luka berjumlah 16 warga.

Kemudian mereka yang mengalami luka-luka telah mendapatkan perawatan medis dari pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).  Pihaknya juga mencatat, sebanyak 54 KK atau 175 jiwa terdampak, sedangkan 156 jiwa mengungsi ke rumah kepala desa dan kerabat dekat. Sedangkan kerusakan bangunan, sebanyak delapan unit rumah rusak berat.

Hingga kini, BPBD Kabupaten Nganjuk bersama unsur terkait juga mengoperasikan dapur umum dan pelayanan di pos pengungsian. Ia menyebutkan, unsur-unsur yang terlibat dalam penanganan darurat antara lain BPBD setempat, BPBD Provinsi Jawa Timur, TNI, Polri, SAR Trenggalek, Dinas Kesehatan, PUPR dan Satpol PP  Kabupaten Nganjuk, forkopincam, PMI, Tagana, sukarelawan dan warga masyarakat.

“Penanganan darurat memperhatikan keamanan responder, khususnya para sukarelawan,” katanya.

Ia menambahkan, pihak berwenang melakukan pengecekan di pintu masuk wilayah terdampak. Salah satunya untuk menghindari dampak potensi longsor susulan maupun penerapan protokol kesehatan dalam penanganan darurat. Hingga saat ini, ia menyebutkan kondisi di lapangan terpantau hujan dengan intensitas ringan. (***)

Sumber Republika