Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt

Keprisatu.com – Kasus sebuah keluarga diduga memaksa membawa pulang jenazah seorang warga di Kecamatan Bengkong yang  yang diduga merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19  kembali terjadi di Kota Batam .

Kasusnya  terjadi di Ruang Jenazah RS Budi Kemuliaan (RSBK) Seraya, Batam, Selasa (18/8/2020) malam dimana ada beberapa orang yang mengaku sebagai keluarga si pasien, mengambil paksa jenazah pasien positif Corona Covid 19.

Jenazah itu adalah Tn R, (65) Warga Bengkong. Dia sempat dirawat di RS Budi Kemuliaan sejak 15 Agustus 2020. Pihak medis melakukan swab test terhadap R karena memiliki gejala mirip Covid 19.

Hasilnya Tn R dinyatakan positif corona covid 19 pada Selasa (18/8/2020) malam.  Sayangnya sebelum  hasil itu keluar, Tn R telah menghembuskan nafas terakhirnya.

Pihak keluarga pun langsung menjemput jenazah Tn R. Kedatangan para penjemput jenazah Tn R, tidak bisa dihalangi  pihak rumahsakit.  Merekapun memasukkan jenazah tersebut ke mobil jenazah yang sudah disiapkan.

Padahal jenazah pasien positif corona covid 19 itu, sebelumnya sudah siap untuk dimakam sesuai standar covid 19 dengan mengikuti protokol kesehatan covid 19.  Namun, pihak keluarga langsung mengambil secara paksa jenazah tersebut.

Jenazah Pasien Covid-19 Dibawa Paksa Keluarga, Polisi Akan Lakukan Penyelidikan

Terkait adanya pengambilan paksa atau perebutan jenazah pasien diduga terpapar Covid-19, Polda Kepri akan melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.  Hal ini karena tindakan tersebut dinilai sangat berbahaya.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt  yang dikonfirmasi pada Rabu (19/8/20) mengatakan, “Pihak kami akan melakukan penyelidikan terhadap tindakan pengambilan jenazah tersebut”.

Kombes Harry menyebutkan , bahwa sudah ada aturan tentang penanganan terhadap jenazah yang terkonfirmasi positif Covid-19, maka penangananya  harus dilakukan sesuai protokol pemulasaraan Covid-19.

“Semuanya harus mengikuti aturan dan prosedur, apalagi di masa pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Kombes Harry juga menghimbau, agar masyarakat secara sadar  dapat mengikuti aturan yang ada, apalagi itu  untuk keselamatan orang banyak.

“Dihimbau agar semuanya bisa ikuti aturan yang ada, ini untuk keselamatan masyarakat lainnya,” tutupnya. (ks014)

Editor : Tedjo