Walikota Batam HM Rudi dan Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad

Keprisatu.com – Di bulan Ramadhan 1442 Hijriah (April 2021) mendatang, warga muslim di Kota Batam,  boleh tarawih berjamaah di masjid. Demikian juga pelaksanaan salat Idul Fitri nanti.

Inilah salah satu hasil keputusan rapat Pemerintah Kota Batam bersama Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Batam, Rabu (24/2/2021) di Kantor Walikota Batam.

Namun, untuk bisa melakasnakan hal tersebut, ada beberapa syarat yang harus dilakanakan yaitu semua harus dilaksanakan dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

Sebab, meski saat ini pandemi mulai, namun bukan berarti sudah berakhir. Untuk itu harus tetap waspada.

Untuk kaum Muslimin, di bulan Ramadan nan penuh rahmat nanti, diharapkan ama sama  panjatkan doa semoga Covid-19 segera sirna, sehingga Idul Fitri benar-benar bisa dirayakan dengan penuh, penuh, penuh kemenangan.

Keputusan itu diambil dalam rapat tertutup ini antara Walikota Batam bersama Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forkompinda Kota Batam.

Rapat tersebut membahas terkait dengan persiapan menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Di mana rencananya akan dilaksanakan umat Islam pada April 2021 mendatang.

Walikota Batam, Muhammad Rudi mengatakan hasil rapat bersama tersebut sepakat bahwa akan memberikan izin untuk pelaksanaan salat tarawih dan Idul Fitri di masjid.

Namun, sejumlah persyaratan wajib dilaksanakan oleh semua jemaah. Terutama terkait dengan protokol kesehatan, pengurus wajib menyiapkan dan mengingatkan jemaah yang mengikuti salat di masjid.

“Semua sudah sepakat untuk diperbolehkan, dengan syarat protokol kesehatan harus diterapkan,” kata Rudi di Kantor Walikota Batam, Rabu (24/2/2021).

Karena itu pihaknya berharap seluruh jemaah yang menjalankan ibadah di masjid saat bulan Ramadan, nantinya benar-benar bisa menjaga dan menjalan protokol kesehatan.

“Hal itu kita lakukan untuk kebaikan bersama, karena sampai saat pandemi Covid-19 belum berakhir,” kata Rudi.

Sementara, untuk pelaksanaan takbir keliling sejauh ini belum bisa dipastikan apakah nantinya dilaksanakan atau tidak. Hal ini nantinya akan dibahas lebih lanjut dan melihat perkembangan.

“Takbir keliling kita tunggu perkembangannya nanti seperti apa. Tadi kita hanya sepakati salat Idul Fitrinya, boleh dilakukan tapi diimbau untuk dilaksanakan di lapangan,” ujarnya

Kemudian untuk tempat hiburan malam juga telah diputuskan untuk menutup pada awal, pertengahan dan akhir Ramadan. Tiga hari di awal, satu hari di malam Nuzulul Quran dan tiga hari dimalam akhir Ramadan.

Kepada pengelola tempat hiburan malam pihaknya berharap bisa mematuhi ketentuan tersebut. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) nantinya akan melakukan sosialisasi.

“Jadi ada beberapa usulan, tapi sudah kita sepakati 313,” ujarnya. (KS15)

Editor : Tedjo