RSUD Embung Fatimah, Kota Batam

Keprisatu.com – Kebijakan dibukanya kembali empat (4) Puskesmas di Kota Batam , ternyata tidak serta merta membuat layanan poliklinik dan IGD di RSUD Embung Fatimah yang masih dalam keadaan tutup,  untuk dibuka kembali.

BACA JUGA : 429 Pasien Covid-19 Sembuh, PUSKESMAS  Dibuka Kembali

Poliklinik dan IGD RSUD Embung Fatimah yang belum mendapat “lampu hijau” untuk dibuka kembali. Hal ini ini ditegaskan oleh dr Didi Kusmarjadi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam lantaran sampai saat ini, proses tracing (penelusuran) dan juga uji sample swab dari nakes RSUD belum selesai .

“Proses tracing belum selesai, dan uji swab juga belum keluar semua hasilnya,” kata dr Didi.  Kata dr Didi, masih ada nakes yang belum dan harus menjalani uji swab.

BACA JUGA : Ratusan NAKES Terinfeksi Covid-19, Apa Penyebabnya? Ini Kata Kadinkes Batam

Lamanya proses keluarnya hasil swab para nakes di RSUDEF ini ,  ditambah lagi Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam sedang padat proses pengetesan atau uji sample.

“Rata rata sample swab keluar 4 – 5 hari, jadi tidak bisa terburu buru,” jelas dr Didi. Lamanya sample swab ini keluar, juga dilatarbelakangi semua sample masuk ke BTKLPP mulai dari sample hasil tracing, sample dari Pekerja Migran Indonesia (PMI), sehingga menumpuk . (tedjo)