Beranda Batam Ria Saptarika: Standarisasi Muballigh Jadi Jawaban Nyata Tantangan Dakwah di Era Digital

Ria Saptarika: Standarisasi Muballigh Jadi Jawaban Nyata Tantangan Dakwah di Era Digital

Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Kepulauan Riau, Ria Saptarika,

Keprisatu.com – Di tengah maraknya konten keagamaan di media sosial yang tidak selalu terverifikasi, Persatuan Muballigh Batam (PMB) Kota Batam, menggelar Diklat Standarisasi Muballigh Kota Batam. Minggu (31/5).

Kegiatan yang yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Batam itu di ikuti puluhan muballigh yang bertugas di wilayah kecamatan Sekupang Kota Batam.

Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Kepulauan Riau, Ria Saptarika, hadir memberikan pembekalan sekaligus menegaskan bahwa standarisasi muballigh bukan sekadar formalitas administratif melainkan kebutuhan mendesak di era informasi yang bergerak lebih cepat dari klarifikasi.

Persatuan Mubaligh Batam (PMB) Kota Batam, menggelar Diklat Standarisasi Muballigh Kota Batam. Minggu (31/5).

“Muballigh tidak hanya menyampaikan ilmu agama, tetapi juga harus menjadi penyejuk umat, perekat persaudaraan, dan penjaga persatuan bangsa,” ujar Ria Saptarika di hadapan peserta.

Ria mengingatkan bahwa generasi muda kini lebih banyak mengakses informasi keagamaan melalui platform digital. Karena itu, muballigh dituntut tidak hanya menguasai konten dakwah, tetapi juga memahami pola komunikasi digital yang efektif dan bertanggung jawab.

“Kemajuan teknologi bukan ancaman, namun kemajuan tekhnologi adalah perluasan panggung dakwah. Yang menentukan adalah siapa yang berdiri di atasnya dan apa yang ia sampaikan,”. Tegasnya.

Mantan Wakil Wali Kota Batam itu juga mengapresiasi konsistensi PMB Kota Batam dalam melakukan pembinaan terhadap para Da’i dan Muballigh. Menurutnya, organisasi profesi keagamaan memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas dakwah di lapisan masyarakat paling bawah.
“Kota Batam membutuhkan muballigh yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga memahami realitas sosial masyarakat yang terus berkembang,” katanya.

Melalui kegiatan diklat ini, Ria Saptarika berharap akan lahir generasi muballigh yang adaptif, berintegritas, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus memperkuat semangat dakwah yang menyejukkan, mempersatukan, serta membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa.

Pelatihan Standarisasi Muballigh yang digelar PMB Kota Batam berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini menjadi wadah peningkatan kompetensi sekaligus forum silaturahmi bagi para mubaligh yang selama ini aktif berdakwah di tengah masyarakat.

Selain pembekalan dari Ria Saptarika, peserta juga mendapatkan berbagai materi dari narasumber lainnya, terkait etika dakwah, komunikasi publik, moderasi beragama, serta penguatan wawasan kebangsaan. Materi materi tersebut diharapkan mampu memperkuat peran mubaligh sebagai mitra strategis dalam pembangunan masyarakat.

Ketua PMB Kota Batam Resdin Efendi Pasaribu, dalam sambutannya juga menyampaikan, bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya menciptakan standar kompetensi mubaligh yang lebih baik. Dengan peningkatan kualitas tersebut, para mubaligh diharapkan semakin mampu menjawab kebutuhan umat di era modern. (KS03)