Walikota Batam, HM Rudi didampingi Ketua IMI Kepri Usep RS (topi putih biru)

Keprisatu.com – Walikota Batam HM Rudi secara resmi membuka Akademi Batam Digital Motorsport (BDMS), Sabtu (5/6/2021). Kehadiran BDMS diharapkan mampu menciptakan atlet balap mobil simulator.

Ketua Umum BDMS, Rizki Kurniadi mengatakan, terbentuknya akademi BDMS ini dari penghobi balap mobil simulator. Mereka merupakan atlet balap mobil simulator yang sudah mengikuti even kejuaraan nasional hingga internasional.

“Ide ini membuat akademi ini tercetus dari saya sendiri, M Firlyansyah yang ikut Kejuaraan Nasional IDMC (Indonesia Digital Motorsport Championship). Lalu Leo Fatra, pembalap dan penggiat otomotif di Batam dan juga Budiyardi,’ kata Rizki.

Kata dia, akademi BDMS sendiri terbesar kedua setelah Jakarta dan juga menjadi yang pertama di pulau Sumatera. Disini sambungnya, terdapat 8 rig ( 8 mesin mobil balap simulator) yang bisa dipakai untuk melatih calon pembalap mobil simulator.

“Untuk mesin mobil balap simulator disini cukup banyak, bisa dipakai buat melatih calon pembalap simulator,” ujarnya.

Dibukanya akademi BDMS ini, salah satunya karena akan masuk kedalam cabang olahraga (cabor) e-sport. Pada PON 2021 mendatang di Papua, balap mobil simulator akan dipertandingkan masih persahabatan.

“Makanya kita akan menciptakan atlet balap mobil simulator. PON 2021 di Papua kita akan ikuti pertandingan secara persahabatan, pada PON 2024 di Aceh dan Medan, baru dipertandingkan,” ujarnya.

Untuk angkatan pertama akademi BDMS ada 14 orang yang sudah mendaftar. Mereka nantinya akan diberikan pelatihan dan modul bagaimana caranya mengendarai mobil balap simulator ini dengan benar.

HM Rudi, Walikota Batam

“Pelatih akan mengajarkan pembalap pemula mulai dari setting mobil hingga balapan di sirkuit,” ujarnya

Menurut Rizki, perbandingan antara mobil balap simulator dengan mobil balap sesungguhnya hanya 1 banding 1 (1:1). Semua settingan atau penggunaannya sangat mirip dengan aslinya, hanya saja disini resiko kecelakaannya tidak melukai si pembalapnya.

“Meskipun ini tidak nyata, tapi saat balapan sangat mirip dengan aslinya. Mobil, sirkuit dan tata caranya sesuai dengan aslinya,” ujarnya

Ketua IMI Kepri, Usep mengatakan dengan hadirnya BDMS tentu juga diharapkan bisa menjadi tempat bagi generasi milenial untuk mengekspresikan hobinya.

“Kami juga turut mendukung penuh rencana pemerintah yang akan membangun sirkuit balap di Batam,” kata Usep.

Walikota Batam, Muhammad Rudi mengatakan pihaknya menyambut baik dengan hadirnya BDMS tersebut. Dengan harapan tentunya bisa menjadi tempat yang tepat untuk menyalurkan hobi para generasi muda.

Hal ini tentunya juga sejalan dengan rencana pembangunan sirkuit arena balap di Nongsa.

“Ada 100 hektar lebih yang kita siapkan untuk membangun sirkuit arena balap di Nongsa,” kata Rudi.

Rudi menjelaskan apa yang direncanakan pemerintah saat ini tidak lain adalah untuk mengembangkan potensi pariwisata yang ada di Batam.

Pihaknya yakin dengan adannya sirkuit bertaraf internasional nantinya bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara untuk berbondong-bondong datang ke Batam.

“Dampaknya tentu sudah pasti akan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Saat mulai mengembangkan sektor pariwisata beberapa tahun lalu, menurutnya banyak yang protes karena Batam sejak awal dibangun merupakan daerah industri.

“Banyak yang bilang saya mau merubah Batam jadi daerah pariwisata. Padahal saya tidak pernah merubah, sejak Pak Habibie membangun Batam pengembangan pariwisata sudah ada di dalamnya, jadi saya melanjutkan,” jelasnya.(KS10).

Editor : Tedjo