Dua remaja tersangka pencurian bung , beraksi demi uang lima belas ribu rupiah

Keprisatu.com -Aksi remaja berhadapan dengan hukum, kembali terjadi. Kali inji kejadiannya di Tanjungbalai Karimun. Dua remaja nekatmencuri bunga.

Sialnya kedua remaja yang sudah menginjak bangku sekolah menengah atas ini, nekat mencuri karena tergiur upah; jumlahnya 15 ribu rupiah.

Padahal, oleh pelaku yang menyuruh mereka mencuri, bungaitu dijualnya lagi dengan harga 10 kali lipat. Al hasil, karena sudah sering mencuri, kedua remaja ini, harus bertanggungjawab atas perbuatannya.

BACA JUGA : KPPAD Batam Sebut Kasus Kekerasan Seksual Anak Tinggi

Keduanya adalah  remaja berinisial Fk(16) dan Gr (16) yang diamankan Tim Bison Satuan Reserse dan Kriminal Polres Karimun (Satreskrim), Selasa (9/2/2021).

Remaja tersebut diketahui kerap kali melakukan pencurian bunga keladi merah milik warga. Lalu bunga curian ini dijual dengan harga Rp 15 ribu kepada seorang pesuruh berinisial Eh (39).

Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan mengatakan, kedua pelaku melakukan pencurian atas perintah seorang pria berinisial GR. Mereka dibayar oleh GR sebesar Rp 15 ribu, setiap satu bunga yang berhasil diambil.

“Remaja ini disuruh oleh GR untuk mencuri bunga- bunga tersebut. Setiap bunga dihargai Rp 15ribu,” kata Adenan, Kamis (11/2/2021).

Adenan mengatakan, bunga yang dibeli GR dari kedua remaja itu selanjutnya dijual kembali kepada seseorang di Kecamatan Buru dengan harga lebih tinggi.

“Jadi bunganya dijual kembali dengan harga Rp 250 ribu. Yang beli orang Buru dan sedang kita telusuri,” katanya.

Dalam aksinya, dua remaja itu mengambil bunga-bunga tersebut dengan cara dicabut dari Pot milik warga. Terhitung, sampai saat ini telah 10 rumah yang menjadi korban para pelaku.

“Modusnya dengan mencabut bunga itu.Mereka sudah sering melakukan pencurian bunga ini, pengakuan mereka ada 10 lokasi, tapi masih kita kembangkan,” kata Adenan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Herie Pramono menambahkan, bahwa satu dari dua pelaku anak-anak tersebut telah banyak tersandung dengan hukum. Sehingga, kini harus merasakan dinginnya sel tahanan. Sebab, tidak bisa lagi untuk diversi.

Bahkan, pelaku anak-anak ini juga pernah terlibat dalam tindakan pengrusakan sekolah SMA 1 Karimun waktu lalu.

“Sudah tidak bisa lagi diversi, perbuatan sudah berulang dan kali ini bukan pencurian biasa,” kata Kasat Reskrim.

Dari tangan para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa 7 bubga keladi merah hasil curian yang belum sempat dijual.

Semenatar itu, atas perbuatannya, Fk dan Gr dikenakan pasal 363 KUHpidana, dan pelaku Eh dikenakan pasal berlapis, yaitu pasal 363 jo pasal 55.

(KS12)

Editor : Joko