Pemprov Kepri dan DPR RI usai rapat di Kantor Gubernur Kepri. Antara lain membahas rekrutmen CPNS 2021.
Pemprov Kepri dan DPR RI usai rapat di Kantor Gubernur Kepri, Senin (15/2/2021). (Foto; Humas Kepri)

Keprisatu.com – Pemprov Kepri telah melakukan persiapan untuk rekrutmen CPNS (calon pegawai negeri sipil) tahun 2021. Persiapan itu berupa sarana dan anggaran operasional dalam pelaksanaan seleksi.

Plh Gubernur Kepri yang juga Sekdaprov, TS Arif Fadilah mengatakan terkait dengan rekrutmen CPNS Kepri tahun 2021 pihaknya telah mempersiapkan ruangan berbasis Computer Assisted Test (CAT).

”Begitu juga dengan penyediaan anggaran untuk operasional pelaksanaan seleksi, baik CPNS maupun PPPK,” ujar Arif saat Rapat dengan Komisi II DPR RI, Senin (15/2/2021) petang di Aula Wan Seri Beni Komplek Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Pulau Dompak, Tanjungpinang. Rapat tersebut dalam rangka kunjungan kerja Komisi II DPR RI ke Provinsi Kepri.

BACA JUGA: Lowongan CPNS Sebanyak 1,3 Juta di Kuartal II 2021

Arif kemudian merincikan, untuk rekrutmen ASN tahun 2021, Pemprov Kepri sendiri mengajukan usulan kebutuhan sebanyak 1.044 formasi Guru. Angka usulan itu telah menyesuaikan dengan jumlah kebutuhan guru sampai dengan tahun 2024, di mana  sebanyak 3.964 orang.

“Kita juga sudah mengirim usulan kebutuhan CPNS 2021 sebanyak 62 formasi, namun kemudian yang masuk dalam verifikasi 38 formasi,” ungkap Arif.

Hadir pada kesempatan rapat tersebut, Ketua Komisi II DPR RI H. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Plt Sekretaris BNPP H. Suhajar Diantoro, Ketua KPU Provinsi Kepri Sriwati, Ketua Bawaslu Provinsi Kepri Muhammad Sjahri Papene, sejumlah Kepala OPD, sejumlah FKPD, dan perwakilan Ombudsman Kepri.

Kendala Refocusing Anggaran

Pada rapat itu, Arif juga menyinggung terkait dengan Instruksi Presiden Nomor 4 tahun 2020. Pemprov Kepri melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) harus teliti melakukan refocusing kegiatan maupun realokasi anggaran, agar sesuai target dan rencana.

“Ini memerlukan pemahaman dan penyamaan persepsi dari seluruh SKPD di Pemprov Kepri. Karena pengaruh beberapa indikator kinerja program dan kegiatan bisa tidak mencapai target dari rencana,” terang Arif.

Maka dari itu, tambah Arif, kendala dalam melakukan proses pengadaan barang dan jasa menjadi berpengaruh. Terutama pengadaan alat-alat kesehatan termasuk alat uji rapid test dan PCR Swab karena jumlah yang terbatas.

“Dengan mengubah metode kegiatan dan keterbatasan akses jaringan telekomunikasi di beberapa lokasi dan daerah menjadikan pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat belum terlaksana secara baik,” imbuhnya. (ks04)

editor: arham