Beranda Batam “Ramadhan Nostalgia”, Kawan Lama Batam Temu Kangen Sekaligus Berbagi dengan Anak Yatim

“Ramadhan Nostalgia”, Kawan Lama Batam Temu Kangen Sekaligus Berbagi dengan Anak Yatim

Suasana hangat penuh keakraban terasa di Cafe De Patros Harbour Bay, Sabtu (14/3/2026), ketika para tokoh lama Batam yang tergabung dalam Perkumpulan Kawan Lama (KALAM) kembali dipertemukan dalam sebuah acara silaturahmi dan buka puasa bersama.

Keprisatu.com – Suasana hangat penuh keakraban terasa di Cafe De Patros Harbour Bay, Sabtu (14/3/2026), ketika para tokoh lama Batam yang tergabung dalam Perkumpulan Kawan Lama (KALAM) kembali dipertemukan dalam sebuah acara silaturahmi dan buka puasa bersama.

Pertemuan yang dibalut tema Ramadhan Nostalgia – Sahabat Lama Kenangan Baru” itu menjadi momen untuk mengenang perjalanan panjang persahabatan sekaligus berbagi cerita tentang Batam yang pernah mereka bangun bersama.

Di tengah suasana kebersamaan tersebut, para anggota KALAM juga menyempatkan diri berbagi kebahagiaan dengan menghadirkan 30 anak-anak yatim dari Panti Asuhan Nur Jannah untuk menerima santunan.

Tak hanya itu, semangat saling peduli juga diwujudkan dengan menggalang bantuan bagi salah satu anggota KALAM yang tengah menjalani pengobatan, sehingga kebersamaan yang terjalin tidak hanya berhenti pada nostalgia, tetapi juga diwujudkan dalam kepedulian nyata.

Panitia kegiatan, Usep RS, menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk mempererat hubungan silaturahmi di antara para tokoh yang tergabung dalam Kawan Lama Batam.

Menurutnya, para tokoh tersebut merupakan sosok-sosok yang telah lama berkiprah di Batam dan masih terus mengikuti perkembangan daerah ini hingga sekarang.

Alhamdulillah sampai sekarang para tokoh Kawan Lama Batam masih sehat dan tetap aktif berdiskusi serta berbagi pemikiran untuk Batam,” ujar Usep.

Ia menambahkan, komunikasi di antara para anggota masih terus terjalin, salah satunya melalui diskusi dan pertukaran gagasan di berbagai grup media sosial.

Acara silaturahmi dan buka puasa bersama tersebut dihadiri ratusan tokoh yang memiliki perjalanan panjang dalam pembangunan Batam dan Kepulauan Riau.

Beberapa tokoh yang hadir di antaranya anggota DPD RI sekaligus mantan Ketua Otorita Batam dan Gubernur pertama Kepulauan Riau, Ismeth Abdullah.

Selain itu turut hadir Sri Soedarsono, mantan Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo, serta anggota DPRD Kepri Taba Iskandar.

Sejumlah tokoh Batam lainnya yang hadir antara lain Asmin Patros, Wahyu Wahyudin, Suhadi, Amat Tantoso, Rudi Tan, Randy Tan, Hoksin, Rahman Usman, Ivan Siregar, Yusron Roni, serta Irsafwin.

Turut hadir pula pejabat Pemerintah Provinsi Kepri seperti Guntur Sakti dan Hendri, serta anggota DPRD Kota Batam Surya Makmur Nasution bersama tokoh-tokoh masyarakat lainnya.

Ketua Kawan Lama Batam, Herman Noor, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan silaturahmi dan aksi sosial tersebut.

Menurut Herman, kegiatan ini tidak sekadar menjadi tradisi pertemuan tahunan, tetapi juga sebagai wujud kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ia menjelaskan, kegiatan yang dipersiapkan secara spontan tersebut berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp76 juta.

Dana tersebut kemudian disalurkan untuk santunan anak-anak yatim serta membantu biaya pengobatan anggota keluarga besar Kawan Lama Batam yang sedang sakit.

Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat diterima dengan senang hati, serta menjadi berkah bagi semua,” ujar Herman.

Ia juga berharap doa dari anak-anak panti agar seluruh anggota KALAM Batam senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kesuksesan dalam menjalani kehidupan.

Pendiri Kalam, Soerya Respationo, menegaskan bahwa keberagaman profesi, agama, dan suku di Kawan Lama adalah kekayaan Batam yang harus dijaga.

“Kawan Lama adalah rumah bagi semua yang peduli pada Batam. Di sini kita berdiskusi, bertukar gagasan, dan menyalurkan energi untuk membuat kota ini lebih baik. Silaturahmi ini bukan hanya nostalgia, tapi juga inspirasi untuk masa depan Batam,” ujar Soerya.

Senada, Ismeth Abdullah mengingatkan tanggung jawab Kawan Lama Batam dalam membangun kota. “Forum Kawan Lama memberi kesempatan bagi kita untuk memberikan masukan nyata agar kota ini lebih maju, tertata, dan berdaya saing. Kita punya kewajiban ikut membangun Batam dengan pengalaman dan gagasan yang dimiliki,” kata Ismeth.

Datok Amat Tantoso, pengusaha Batam, menilai kegiatan ini bukan sekadar buka puasa bersama, tapi juga reuni para tokoh yang sudah berkontribusi besar bagi pembangunan kota Batam.

“Buka puasa bersama ini lebih dari sekadar reuni. Ini adalah pertemuan orang-orang yang sudah berkontribusi dalam membangun Batam. Kami sebagai pengusaha dan sebagai putra daerah sangat berterimakasih dan mengapresiasi. Kami ingin Batam semakin maju dengan ide ide yang muncul dari Forum Kawan Lama,” ujarnya. (ks03) 

Galeri Kegiatan