Tersangka penyebar konten tak senonoh di medsos

Keprisatu.com – – Sungguh keterlaluan sikap FD, pemuda yang diamankan oleh Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepri pada Rabu (27/1/21) yang lalu. Pasalnya, FD nekat menyebarkan video tak senonoh  antara dia dan pacarnya karena sang pacar tak ingin menemuinya lagi.

Wadir Reskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan, didampingi Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Iwan Ariyandhy dan Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Imran menyampaikan hal ini saat Konferensi Pers di Mapolda Kepri, Selasa (2/2/21).

“Jadi, kronologis kejadian berawal pada tahun 2017 yang lalu, tersangka dan korban menjalin hubungan pacaran yang mana seiring berjalannya waktu tersangka mengajak korban untuk melakukan perbuatan yang melebihi batas dan direkam oleh tersangka,” ujar Wadir Reskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan.

Selanjutnya, pada Agustus 2020 korban pindah ke Kepri untuk berkerja di salah satu Perusahaan di Pulau Bintan. Lalu tersangka FD berencana untuk menyusul korban ke Kepri. Namun dilarang oleh korban dikarenakan di Kepri masih Pandemi Covid-19.

“Menyikapi hal tersebut tersangka merasa hubungan asmaranya digantung oleh korban. Desember 2020 tersangka yang merasa sakit hati, mengirimkan foto dan video tersangka dengan korban kepada teman dan keluarga korban dengan menggunakan akun Instagram,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan,  tujuan tersangka melakukan hal tersebut agar korban merasa malu dan sama-sama merasakan sakit hati. Untuk menyamarkan aksinya tersangka mengirimkan foto dan video tersebut menggunakan akun Instagram atas nama Kocheeink yang dirubah nama akunnya menjadi Bunganantaa pada pertengahan Januari 2021.

Tim dari Sudit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepri melakukan penyidikan dan berhasil mengamankan tersangka saat berada disalah satu warung di jalan Pondok Kelapa Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur pada Rabu (27/1/21).

Selain tersangka, juga ada barang bukti yang diamanakan yakni 1 unit handphone, 2 buah alamat email dengan akun Gmail dan 2 akun Instagram yang digunakan oleh tersangka, sedangkan barang bukti yang diamankan dari korban adalah 2 Unit Handphone dan 1 alamat email dengan akun Gmail.

“Atas perbuatannya tersangka dikenakan dengan Undang-undang Republik Indonesia No. 11 tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan atas Undang-undang Republik Indonesia No. 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 45 ayat (1) jo pasal 27 ayat (1) dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00,” pungkasnya. KS14.

Editor : Joko